Home > JATENG RAYA > Reruntuhan Candi Para Selir Ditemukan di Lereng Merapi

Reruntuhan Candi Para Selir Ditemukan di Lereng Merapi

Tora, penemu bongkahan batu yang diduga candi Hindu peninggalan kerajaan Mataram Kuno, di dusun Andong lereng Merapi desa Ngargomulyo, kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. (foto: ch kurniawati

MAGELANG – Seorang peneliti Dwi Yatimantora atau akrab di sapa Tora, menemukan sejumlah bebatuan yang diduga merupakan reruntuhan candi di sebuah lahan lereng Gunung Merapi, di dusun Andong, desa Ngargomulyo kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Temuan ini mendadak menggemparkan penduduk setempat.

    Tora mengatakan, penggalian di Dusun Andong, pada Rabu (18/1) lalu, dilakukan berdasarkan informasi yang ia dapat dari sebuah prasasti, yang telah ditemukan sebelumnya. Yaitu, Prasasti Salingsingan yang tertera di Candi Asu, di Desa Sengi, Kecamatan Dukun, serta Prasasti Tihang, di Kecamatan Srumbung.

    Dalam prasasti tersebut tertulis,  kalau raja Mataram Kuno terdahulu, pernah memberikan hadiah kepada para selir, berupa bangunan suci yang didirikan di daerah asalnya. “Setelah kami telusuri, salah satunya ada di Dusun Andong ini,” katanya.

    Tora sendiri merupakan seorang pemerhati budaya  Paguyuban Sastro Jendro Hayuningrat. Sebelumnya, ia  juga pernah menguak beberapa peninggalan purbakala lain di wilayah Magelang.

    Salah satu yang terbesar adalah penemuan pemandian raja-raja, atau sering disebut sebagai taman sari, di Dusun Bendungan, Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, pada bulan Oktober tahun lalu. Sejak saat itu lah, dirinya semakin intens dalam melakukan penelitian.

    Temuan batuan candi di Andong, kata Tora,  menggambarkan bangunan suci. Dalam dua prasasti tersebut, dijelaskan tentang tanah dan persawahan perdikan, atau bebas pajak. Dari informasi yang sama pula, ditemukan bebatuan berbentuk Yoni di Dusun Kwayuhan dan Tegal Surat, lumpang dan lesung di Dusun Ndemo, serta bebatuan yang diduga merupakan reruntuhan candi, di Dusun Gintur. Ketiganya terletak di Desa Kalibening, Kecamatan Dukun.

    Dikemukakan, sebelum melakukan penggalian di sebuah perkebunan yang terletak di Lereng Gunung Merapi, dia terlebih dulu melakukan penyisiran dan survey di beberapa tempat di dusun Andong.`”Saya beberapa kali menemui kegagalan, namun kini sudah menemukan hasil. Ada gundukan yang sudah lama saya curigai, kemudian saya gali. Ternyata kini membuahkan hasil,” ucapnya.

    Tora menceritakan, sebelum survei dirinya sudah memohon izin kepada Kepala Dusun (Kadus). “Bahkan pak kadus langsung ikut mendampingi ketika saya dan tim melakukan penggalian,” katanya.

    Lokasi penggalian itu sendiri berada di rumah milik Sutopo. Sebelumnya, iapun minta doa dan restu dari pemilik rumah yang memperbolehkan rumahnya di gali. “Butuh waktu sekitar satu jam setengah untuk melakukan penggalian,” katanya.

    Sekitar satu jam penggalian, khirnya membuahkan hasil. Di kedalam kurang lebih satu meter, terlihat ada 15 bongkahan yang ditemukan yang tidak tersusun rapi. Posisinya juga sudah berserakan. 

    Ia menduga bongkahan itu  merupakan pecahan dari bagian selasar candi. “Kami menduga, radius 50 meter dari titik ini, masih ada bebatuan serupa,” katanya.

    Tora menduga,  dilihat dari bentuk dan teksturnya, bangunan tersebut merupakan candi Hindu, peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Kini, sembari menunggu tindak lanjut dari pemerintah, bebatuan tersebut, telah dipasangi garis polisi, guna menghindari perbuatan oknum-oknum tak bertanggung jawab.

    Kadus Andong, Suratno, memaparkan jika penemuan semacam itu baru sekali ini terjadi di wilayahnya. Pria 58 tahun tersebut mengaku kaget, karena tidak ada satupun warganya yang pernah menemukan batu sejenis. Padahal, kawasan itu merupakan lahan perkebunan yang setiap hari digarap.

    Pasca penemuan, Suratno lantas melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Ngargomulyo untuk melakukan tindak lanjut. Ke depannya, ia memiliki harapan agar kawasan ditemukannya bongkahan batu yang diduga merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno tersebut, dapat menjadi objek wisata sejarah. (MJ-24)

Ini Menarik!

Buka Kelas Industri, SMK 7 Didukung Bengkel Mini Bintrako Dharma

Share this on WhatsApp SEMARANG – Zaman sekarang hanya berbekal keterampilan saja tidak cukup bagi …

Silakan Berkomentar