Home > Uncategorized > Relawan Jokowi-JK Kendal Siap Kawal Presiden Terpilih

Relawan Jokowi-JK Kendal Siap Kawal Presiden Terpilih

Syukuran Kemenangan Relawan Jokowi-JK, Kendal (foto: Metro)
Syukuran Kemenangan Relawan Jokowi-JK, Kendal (foto: Metro)

 

KENDAL – Relawan Muda Purin bersama sejumlah relawan Jokowi-JK di Kendal berharap usai kemenangan Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla tetap bersatu mengawal presiden terpilih. Bahkan relawan ini berharap terus berjuang untuk mengawal Pemilihan Bupati yang akan dilaksanakan 2015.

“Tidak hanya sampai dilantik saja, tapi kami akan mengawal kinerja pada masa kepemimpinannya di 2014-2019. Jika tidak ada yang sesuai, maka kami sebagai relawan menjadi yang terdepan yang mengkritisi kebijakan Jokowi-JK,” ujar Ketua Tim Relawan Muda Purin Jokowi-JK, Pramono.

Menurutnya, kemenangan Jokowi-JK merupakan kemenangan seluruh tim relawan yang telah bersedia memberikan dukungan tanpa upah sedikitpun. “Dari kemenangan ini, ke depan kami juga ingin memberikan kontribusi untuk wilayah Kendal. Yakni kepada siapapun calon Bupati yang jujur dan menyejahterakan masyarakat Kendal,” tuturnya.

Di Kendal sendiri, tercatat ada 25 relawan Jokowi-JK.  Ia berharap agar seluruh tim relawan tersebut tetap menjalin kebersamaan untuk mengawal Kendal agar bisa maju.

Sementara Ketua Tim Relawan Jokowi-JK Kendal, Sutrimo, menjelaskan bahwa meski saat ini masih ada pihak yang ingin menggulingkan Jokowi-JK agar tidak dilantik, yakni dengan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, namun hal itu menurutnya tidak menjadi masalah.

“Kami yakin Jokowi-JK tetap akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Periode 2014-2019. Jokowi menang tanpa melakukan kampanye hitam ataupun politik uang,” paparnya.

Ia berharap, revolusi mental yang diusung oleh Jokowi-JK bisa diwujudkan. Sehingga tidak ada lagi istilah suap untuk mendapatkan jabatan maupun proyek. Selain itu mental PNS yang seolah sudah menjadi raja agar diubah sebagai pelayan masyarakat.

Selain itu, Jokowi-JK bisa menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Sebab menurutnya, hal itu memalukan bangsa, karena warga Indonesia hanya menjadi pekerja rumah tangga dengan upah kecil.

“Jangan bangga dengan sebutan sebagai pahlawan devisa jika di luar negeri hanya menjadi pembantu yang upahnya minim. Presiden harus bisa meningkatkan SDM dan mengolah SDA. Sehingga tidak ada istilah anak ayam mati kelaparan di lumbung padi. Sebab Indonesia ini adalah negara yang kaya raya,” tambahnya. (MS-05)

Ini Menarik!

PKL Resmi di Semarang Akan Diberikan Kartu Anggota

Share this on WhatsApp SEMARANG – DPRD Kota Semarang sedang berusaha membuat peraturan yang mengatur …

Silakan Berkomentar