Rekam Jejak Karutan Purworejo Hingga Dekat dengan Gembong Narkoba

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Ibnu Chuldun (dua dari kanan), memeberikan keterangan pers tentang penangkapan Karutan Purworejo Cahyono Adhi Satriyanto. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

 

SEMARANG – Karir panjang yang dirintis Cahyono Adhi Satriyanto sebagai pejabat strategis di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), bisa dikatakan tamat. Memulai karir dari level terbawah, Cahyono sudah malang melintang menjalani berbagai tugas selama 17 tahun di Jawa Tengah.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Ibnu Chuldun menuturkan karir Cahyono sebagai pejabat Kemenkumham sebenarnya masih sangat panjang. Cahyono, katanya mengawali karirnya pada 2000 silam dengan mendaftar sebagai calon pegawai Kemenkumham. Rangkaian uji tes pun dapat dijalani dengan mudah hingga akhirnya ditempatkan di berbagai posisi jabatan.

“Sekitar 17 tahun dia memulai karir dari level calon pegawai dan jabatannya naik terus seiring dengan kemampuannya bekerja di lapas maupun rutan yang ada di Jawa Tengah,” kata Ibnu saat ditemui wartawan di kantornya Jalan Dr Cipto Semarang, Rabu (17/1).

Cahyono Adhi kemudian berpindah tugas di Pulau ‘Penjara’ Nusakambangan selama enam tahun. Di pulau tersebut, yang bersangkutan bahkan dipromosikan menjadi KPLP Lapas Klas II A Narkotika setahun terakhir.

Namun, karir moncer tersebut ternoda akibat ulahnya yang bermain-main dengan narkoba. Ibnu menyebut saat diberi mandat tugas baru sebagai Kepala Rutan Purworejo, Cahyono Adhi sudah terendus oleh petugas BNN dalam bertransaksi dengan jaringan narkoba.

“Sahabat saya, Pak Tri Agus (Kepala BNNP Jateng) beberapa kali membisiki saya bahwa anak muda yang satu ini kinerjanya bagus punya prestasi, tetapi sayang dia agak nakal,” ungkapnya sembari menirukan perkataan Brigjen Pol Tri Agus Heru P.

Tak ayal, karirnya sebagai Kepala Rutan Purworejo pun tamat setelah kedapatan melakukan aksi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan gembong narkoba Christian Jaya Kusuma alias Sancai. Cahyono Adhi dibekuk tim penyidik BNN pusat dibantu petugas BNNP Jateng, pada Senin (15/1) pukul 13.00 WIB kemarin.

“Proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan berjalan baik, dia ngaku dapat transaksi uang Rp 15 juta, maka kami merekomendasikan kepada Menkumham untuk mengambil keputusan membebastugaskan dari jabatannya sebagai Karutan Purworejo. Tidak ada toleransi lagi,” tegasnya.

Untuk proses pemecatan, saat ini masih diurus oleh Bidang Kepegawaian Kemenkumham Jateng. Atas penangkapan tersebut, ia menampik anggapan bila lembaganya kecolongan dalam mengantisipasi sindikat narkoba.

Ia mengklaim berbagai tes urine sampai pengawasan di semua rutan dan lapas sudah dilakukan pihaknya. Untuk mengisi kekosongan jabatan Rutan Purworejo, Ibnu telah menunjuk Kepala Bapas Klaten, Eko Bekti Susanto untuk merangkap jabatan sebagai pelaksana tugas sementara.

Eko Bekti Susanto saat ditemui di tempat yang sama, menyatakan siap menjalankan tugas semaksimal mungkin. Salah satunya merazia semua sel tahanan di Rutan Purworejo.

“Hari ini saya sertijab, dan saya segera bersih-bersih di Purworejo. Tentu semua amanat yang diberikan Kanwil Kemenkumham harus dijalankan sebaik-baiknya,” tutup Eko. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.