Beranda KRIMINAL & HUKUM Reka Ulang 22 Adegan, 2 Tersangka Pembunuh Metha Disoraki Warga

Reka Ulang 22 Adegan, 2 Tersangka Pembunuh Metha Disoraki Warga

93
0
BERBAGI
reka ulang penbunuhan permata puri
Reka ulang adegan pembunuhan Meta Novita Handayani (38) di Perumahan Permata Puri, Ngaliyan, Semarang, Senin (12/3). (foto: metrosemarang.com/Efendi)

SEMARANG – Dua tersangka pembunuh Metha Novita Handayani (38) warga Perumahan Permata Puri, Ngaliyan, Semarang melaksanakan reka ulang adegan, Senin 12/3). Kedua tersangka yakni Rifai (23) dan YA (16) memerankan sebanyak 36 adegan yang berakhir dengan kabur meninggalkan korban di rumahnya.
Suara sorakan warga sekitar terdengar saat kedua tersangka keluar dari mobil untuk melakukan adegan demi adegan. Warga yang geram kepada kedua tersangka beberapa kali bersorak ketika melihat mereka.
“Wuuuu, kui rak bocahe (Itu dia anaknya). Kok tego yo mateni wong koyo ngono (Kok tega ya membunuh orang seperti itu),” suara dari kerumunan warga yang menyaksikan reka ulang adegan.
Adegan dimulai dengan kedua tersangka berboncengan melewati rumah korban. Saat itu dua orang saksi yang tidak lain adalah tetangga korban melihatnya. Saksi juga mengenal YA lantaran ia sempat bekerja sebagai pembantu di rumah korban.
Adegan dilanjutkan dengan kedua pelaku mendatangi Metha. Mereka dating dan berpura-pura untuk membeli minum di tempat Metha. Namun saat Metha berjalan ke arah lemari es, tersangka membekap dari belakang hingga terjatuh. Tersangka juga melancar beberapa kali tusukan ke tubuh korban dengan menggunakan pisau yang disimpan di celana.
Setelah mengetahui tak bernyawa, Rifai kemudian menarik Metha ke dalam kamar. Sedangkan YA, terlebih dahulu lari meninggalkan Rifai.
“Adegan pembunuhan di antara adegan 21 sampai 22. Korban awalnya dibekap oleh tersangka laki-laki kemudian ditusuk menggunakan pisau,” ujar Kapolsek Ngaliyan, Kompol Donny Eko Listianto.
Saat masih berada di dalam rumah, Rifai juga ternyata sempat membekap anak bungsu korban. Bernama Ronako, ia dibekap oleh tersangka menggunakan guling lantaran menangis dan tak kunjung diam.
Mendengar tangisan tersebut, salah seorang tetangga berteriak dan memanggil beberapa mahasiswa yang tinggal di rumah kontrakakan di samping kanan rumah korban. Keempat mahasiswa tersebut sempat berusaha menghalangi tersangka. Bahkan sebelum akhirnya tersangka kabur dengan menggunakan sepeda motor, salah seorang mahasiswa M Andre Fernanda sempat memotret kendaraan yang ditunggangi tersangka.
“Ini semua yang diperagakan oleh tersangka sesuai dengan pengakuan kedua tersangka,” tukas Donny.
Untuk diketahui, pembunuhan terhadap ibu tiga anak tersebut terjadi pada Kamis (1/3) lalu. Rifai tega melakukan itu setelah ditantang YA untuk membalaskan dendamnya lantaran sering dibentak dan disumpahi oleh korban. (fen)