Home > JATENG RAYA > Ratusan Penyanyi Jawa Tengah Ramaikan Kompetisi Gemilang FM

Ratusan Penyanyi Jawa Tengah Ramaikan Kompetisi Gemilang FM

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina memberikan hadiah pada apra pemenang dalam grand final lomba lagu kenangan yang diadakan Radio Magelang FM, Sabtu (6/1) di Hotel Atria Kota Magelang. (foto: metrojateng.com/Ch Kurniawati)

 

MAGELANG –  Lebih dari seratus penyanyi dari Jawa Tengah unjuk kebolehan menampilkan kemampuan terbaik mereka. Mereka memperebutkan hadiah jutaan rupiah yang disediakan oleh Radio Gemilang FM melalui Festival Suara Kenangan 2018.

Dalam Grand final yang diadakan di Atria Hotel, Sabtu (6/1) lalu, terpilih sebagai juara pertama hingga harapan III masing-masing, Artanto Raden dari Semarang, dengan hadiah uang tunai Rp 5 juta. Juara II Susanto dari Wonosobo dengan hadah uang tunai Rp 4 juta. Juara III, Fariza Aji Nugraha dari Sukoharjo dengan hadiah uang tunai Rp 3,5 juta.

Juara harapan I Wahyu Tri Widodo dari Purworejo dengan hadiah uang tunai Rp 3 juta. Juara harapan II Titim Hanike dari Sukoharjo dengan hadiah uang tunai Rp2,5 juta. Juara harapan III Sapto Saryoko dari Solo dengan hadiah uang tunai Rp 2 juta. Para juara juga mendapat tropi dan piagam.

“Festival ini dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT Radio Gemilang FM yang tahun ini memasuki usia 48 tahun,” jelas Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominsta) Kota Magelang, Catur Budi Fajar, di sela-sela acara. Ada sebanyak 141 pendaftar yang ikut dalam seleksi awal pada pertengahan bulan Desember 2017 lalu.

Jumlah tersebut kemudian mengerucut menjadi 50 orang setelah audisi tahap pertama. Setelah itu berkurang lagi menjadi 12 orang usai audisi kedua. Jumlah itu yang kemudian masuk Grand Final.

Festival ini sudah dilaksanakan dua kali. Tahun lalu, Radio Gemilang FM yang menjadi salah satu Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) milik Kota Magelang ini juga melaksanakan kegiatan serupa.

“Untuk tahun ini, festival dibuka untuk umum segala usia. Tercatat pendaftar termuda usia 11 tahun dan tertua 63 tahun. Mereka semua bersaing menyanyikan lagu kenangan yang sudah ditentukan,” ungkap Catur.

Panitia memilih tiga orang juri yang memang mumpuni dalam bidang tarik suara. Yakni Paulus Dwi Hananto, dosen musik Universitas Kristen Satya Wacana. Mulyo Hadi Purnomo, dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Serta Ariani Sri Purwaningsih, guru vokal Sekolah Musik Jogjakarta.

Beberapa aspek penilaian dalam lomba yang dijadikan dasar juri adalah materi suara, tekhnik vokal, interpretasi atau penjiwaan, pembawaan, dan penampilan. (MJ-24)

 

 

Ini Menarik!

Pembunuh Deni Diperkirakan Orang Berpengalaman

SEMARANG – Pelaku pembunuhan seorang driver taksi online yang jasadnya dibuang di tengah pemukiman diperkirakan …

Silakan Berkomentar