Ratusan Pengasuh Pondok Pesantren Diajak Bentengi Isu Sara

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho saat berpidato diacara Silaturahmi Akbar Polres Jepara, Rabu (28/2). ( Foto : Dok Polres)

JEPARA – Polres Jepara melakukan pertemuan dengan ratusan pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Jepara. Hal ini dilakukan untuk membendung aksi dan isu sara memasuki tahun politik.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyampaikan bahwa pemuka agama diharapkan mampu turut serta membendung munculnya isu sara yang mengakibatkan pecah belah umat.
“Banyak muncul isu penyerangan terhadap ulama, ini perlu diredam dan diantisipasi karena dapat memecah belah umat (masyarakat). Hal itu jangan sampai terjadi di Jepara, apalagi isu sara ditunggangi kepentingan politik, kan ada Pilgub,” ujarnya, usai acara Forum Pesantren, Rabu (28/2/2018).
Ia juga meminta kepada para pengasuh pondok pesantren untuk memberikan pemahaman kepada santri dan masyarakat supaya tetap kondusif. “Kalau ada orang asing, atau orang gila supaya segera berkoordinasi dengan kami,” paparnya.
Kapolres menambahkan, penting juga pengasuh Ponpes di Bumi Kartini untuk menyaring informasi di sosial media. “Kepada pengelola Ponpes saya minta untuk melakukan konfirmasi dulu kalau menerima SMS atau informasi apaupun di sosial media yang bersifat memecah belah, termasuk ketika ada orang gila baru. Pengurus Ponpes juga harus menjadi filter, masjid jangan sampai jadi sarana politik,” imbuhnya.
Kasat Binmas Polres Jepara AKP Hadi Prastowo menambahkan, Polres Jepara bersama pemerintah Kabupaten Jepara sudah mulai rutin melakukan patroli cyber. “Sampai sekarang belum ada, tapi potensi itu ada,” tuturnya.

KH Amin Budiharjono Pengasuh Ponpes Al Ishlah Semarang yang berkesempatan memberikan ceramah menyampaikan bahwa dengan kegiatan ini diharapkan melalui Forum Pesantren kita wujudkan Jepara yang aman, tentram dan damai di tahun politik.

“Karena pendidikan tertua adalah Pesantren. Keberadaan kyai di Indonesia  bisa merubah masyarakat biadab menjadi beradab dan perlu adanya koordinasi yang fluktuaktif antara kyai dengan pihak Polisi dalam membangun mental serta menjaga bangsa,” tandasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

5 + 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.