Beranda KRIMINAL & HUKUM Putus Sekolah, Hingga Terlibat Pembunuhan Metha

Putus Sekolah, Hingga Terlibat Pembunuhan Metha

5400
0
Dua tersangka pembunuh Metha)
Dua tersangka pembunuh Metha. (sumber foto: facebook)

SEMARANG – Sosok remaja perempuan 16 tahun berinisial L dibawa ke Mapolsek Ngaliyan. Ia diduga menjadi bagian dalam kasus pembunuhan Metha Novita Handayani (38). Keluarganya yang berasal dari Dusun Krajan, Desa Bebegan, Kecamatan Boja, Kendal, menyebut L sebagai remaja yang bandel.

Kakak iparnya, Istito (29) mengatakan, L lebih sering bermain di luar dan jarang pulang. “Dia tinggal serumah sama saya. Tapi jarang pulang. Paling kalau pulang seminggu sekali, itu saja nggak pasti,” ujar Tito, ditemui di Mapolsek Ngaliyan, Sabtu (3/3).

Menurut Tito, sebagian besar teman bermain L adalah laki-laki. Ia menyebut L beberapa kali pacaran dengan beberapa pria yang berbeda. “Temannya memang sebagian besar cowok semua. Dia beberapa kali punya pacar. Namun baru kali ini terlibat kasus seperti ini,” imbuh Tito.

Di rumah, L tinggal bersama orang tua dan satu kakak tiri perempuan, istri Tito. L dan kakaknya satu ibu, beda bapak.

Perjalanan pendidikan L putus di tengah jalan semasa duduk di bangku sekolah dasar (SD). L berhenti sekolah di kelas 5 SD. “Ya memang orangnya juga tidak pinter. Ya gitu lah, makanya dia SD aja nggak lulus,” kata Tito.

Sepengetahuan Tito, L telah mencoba bekerja di beberapa tempat berbeda. Sebelum menjadi pembantu rumah tangga di tempat Metha, L juga pernah bekerja di tempat lain sebagai penjaga toko.

“Kayaknya dia juga pernah kerja jaga toko juga. Tapi itu saja harus didorong sama keluarga. Kalau tidak dia nggak bakalan mau kerja. Kami pihak keluarga juga sudah berulangkali kasih tahu dia biar berperilaku yang lebih baik. Tapi ya biasa cuma manut di awal saja,” kata Tito.

Baca juga: Polisi tangkap terduga pembunuh Metha

Kini L harus mendekam di Mapolsek Ngaliyan akibat perbuatannya. Ia diduga terlibat dalam kasus pembunuhan yang menewaskan seorang ibu rumah tangga, mantan majikannya, Metha Novita Handayani (38). Pembunuhan terjadi di Perumahan Permata Puri, Ngaliyan Semarang. Ia ditangkap bersama kekasihnya, R (23) di daerah Banyumanik, Sabtu (3/3) pagi tadi.

“Ini mereka disini untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Terkait motif pembunuhan yang mereka lakukan itu apa, ini masih kami dalami,” ujar Kapolsek Ngaliyan, Kompol Donny Eko Listianto di kantornya.

Untuk diketahui, peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Kamis (1/3). Saat itu, diawali dengan penemuan jasad korban yang tergeletak dengan luka tusukan di perut. Peristiwa tersebut juga sempat membuat geger warga sekitar lantaran tindak kejahatan tersebut dilakukan di pagi hari. (fen)