Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Pungutan Non BPIH Dinilai Memberatkan Calon Jamaah Haji

Pungutan Non BPIH Dinilai Memberatkan Calon Jamaah Haji


Notice: Array to string conversion in /home/metg6994/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 425
Ilustrasi
Ilustrasi

UNGARAN – Pungutan non Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) di Kabupaten Semarang mulai disoal. Dana sebesar Rp 425 ribu yang dibebankan kepada masing-masing calon jamaah haji dianggap memberatkan. Padahal, Pemkab Semarang juga sudah menyiapkan anggaran untuk operasional pelepasan dan kedatangan di embarkasi.

Ketua Rombongan Jamaah Haji Kabupaten Semarang, Abdul Karim, menjelaskan penarikan biaya tambahan pada jamaah tersebut digunakan untuk sewa truk pengangkut barang para jamaah dari Kabupaten Semarang menuju ke asrama Donohudan Boyolali, membayar tukang angkat koper dan beli bendera, serta bayar sopir bus pengangkut jamaah haji.

“Sebab dari BPIH itu anggarannya hanya untuk berangkat dari Donohudan sampai Arab Saudi. Sedangkan dari sini (Kab. Semarang) sampai Donohudan tidak ada biaya. Pemkab bisa juga membuat Perda untuk dana non BPIH, sehingga tidak memberatkan para jamaah haji,” kata Karim yang juga Ketua Pengelola Dana Swadaya Calon Jemaah Haji.

Sementara Kasi Urusan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Muhtarom mengatakan, pungutan tambahan tersebut bukan kewenangan Kemenag. Sebab, kata dia, pungutan itu ditentukan para jamaah sendiri melalui musyawarah.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto mengatakan, pihaknya mendengar adanya pungutan tambahan bagi calon jemaah haji yang informasinya untuk pelepasan dan kedatangan ke embarkasi. Padahal sudah ada anggaran dari Pemerintah Kabupaten Semarang untuk biaya tersebut.

“Jika memang tidak cukup, harusnya waktu pengajuan anggaran lebih diperinci kebutuhannya. Sebab kami (anggota DPRD) sudah komitmen tidak ada iuran lagi dari Jemaah, karena tidak semua jamaah ekonominya mapan,” ungkapnya.

Tahun ini ada 513 calon jamaah haji dari Kabupaten Semarang. Mereka akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter).  Sebanyak 280 calhaj tergabung dalam Kloter 30 akan masuk asrama haji Donohudan Boyolali  tanggal 11 September 2014. Sedangkan 233 calhaj lainnya tergabung dalam Kloter 31 dan masuk asrama tanggal 12 September 2014. Sedangkan, untuk jadwal pemulangan ke tanah air tanggal 21 dan 22 Oktober 2014 sekitar pukul 14.00.

Jika dihitung masing-masing jamaah dibebani Rp 425 ribu, total dana yang terkumpul Rp 218.025.000. Anggaran sebesar itu menurut Said harus bisa dipertanggungjawabkan dan tidak sampai dobel anggaran dari anggaran yang telah dikeluarkan oleh Pemkab Semarang. (MJ-02)

 

 

Ini Menarik!

26 dan 27 November 2017 JNE Gratiskan Ongkir

Share this on WhatsApp SEMARANG – Hari Bebas Ongkos Kirim (Harbokir) kembali digelar JNE sebagai …

Silakan Berkomentar