Protes, Penjual SIM Prabayar Bakar Ribuan Kartu

Ratusan ribu kartu perdana seluler prabayar dibakar pengusaha penjualan. Mereka merasa dirugikan aturan pemerintah tentang registrasi kartu prabayar. (foto: metrojateng.com/MJ-23)
KUDUS – Puluhan pelaku usaha penjualan kartu perdana yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celuler Indonesia (KNCI) di Kudus memprotesPeraturan Menkominfo Nomor 12/2016 tentang Regiatrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.Aksi protes itu dilakukan dengan membakar ratusan ribu kartu perdana SIM prabayar di Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu.
Sebelum membakar ratusan ribu kartu perdana, mereka juga berorasi menolak Peraturan Menkominfo Nomor 12/2016 tentang regaitrasi pelanggan jasa telekomunikasi. Ketua DPD KNCI Jateng-DIY, Fauzan Noor menuturkan bahwa kebijakan tersebut membuat pengusaha penjual kartu perdana merugi.
“Kebijakan itu sangat merugikan pengusaha penjualan kartu perdana,” katanya, Senin (6/12). Menurutnya, saat ini sehari hanya bisa mengaktifasi tiga kartu perdana. Selebihnya harus dilakukan di gerai penyedia layanan operator seluler.
“Omset menurun, dan malah merugi. Kami ini usaha halal saja susah. Kami menolak kebijakan itu,” tandasnya. (MJ-23)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

5 + 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.