Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Protes Penanganan Kasus Korupsi, Massa Blokir Jalan Pantura Kendal

Protes Penanganan Kasus Korupsi, Massa Blokir Jalan Pantura Kendal

Aksi demonstrasi dari Jamak yang memblokir kalan pantura Kendal. Foto: Metro Jateng/MJ-01
Aksi demonstrasi dari Jamak yang memblokir kalan pantura Kendal. Foto: Metro Jateng/MJ-01

KENDAL – Memperingati hari anti korupsi sedunia, belasan orang yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Kendal (Jamak) memblokir jalur pantura Kendal, Jawa Tengah, Selasa (09/12) siang. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk aksi keprihatinan karena masih banyak kasus korupsi di Kendal yang jalan di tempat dan belum tuntas.

Aksi tersebut diawali dengan melakukan long march dari Pasar Kendal dengan membawa sejumlah poster, spanduk, dan bendera. Mereka juga melakukan orasi yang berisi kecaman terhadap tindakan korupsi karena membawa dampak negatif untuk rakyat Indonesia. Long march tersebut dilakukan di tepi jalur pantura. Sehingga membuat jalan utama pulau Jawa bagian utara ini sempat macet. Polisi dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kendal harus bekerja ekstra keras untuk mengurai kemacetan tersebut.

Ketika sampai di depan kantor Kejaksaan Negeri Kendal, massa melakukan pemblokiran jalur pantura dengan berhenti tepat di tengah jalan Soekarno Hatta. Mereka berhenti sembari memberikan orasi menuntut pemberantasan korupsi terutama yang terjadi di Kabupaten Kendal.

“Setidaknya ada enam kasus korupsi di Kabupaten Kendal yang belum tuntas hingga saat ini. Di antaranya kasus korupsi Sipadat 2004, kasus asuransi fiktif Anggota DPRD Kabupaten Kendal periode 1999-2004, dugaan kasus DAK 2012 di Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, dugaan kasus perekrutan penarik pajak di DPPKAD tahun 2012, kasus korupsi pengadaan kursi tribun stadion utama Kendal, dan penarikan sumbangan sekolah penerima DAK dan BOS,” ujar Mahsun salah satu koordinator demo dalam orasinya.

Pendemo akhirnya diterima Kepala Kejaksaan Negeri Kendal, Yeni Andriyani, yang sangat mendukung penuh pemberantasan korupsi di Kendal dan menghentikan aksi pemblokiran pantura. Yeni mengatakan akan segera menuntaskan semua dugaan korupsi tersebut sehingga tanpa pandang bulu. ”Saya sedang fokus untuk menuntaskan kasus tersebut. Sehingga saya harap teman-teman sabar,” ujarnya kepada para pendemo.

Demo anti korupsi tersebut ditutup dengan penyerahan sejumlah berkas bukti dugaan sejumlah kasus korupsi dan pedang sebagai simbolisasi alat untuk membasmi korupsi. Diharapkan dengan pedang tersebut, semua kasus korupsi dapat diberantas dan dibumihanguskan dari Indonesia terutama Kabupaten Kendal. (MJ-01)

 

Ini Menarik!

Pasar Klitikan Rampung, PKL Bantaran BKT Harus Pindah Mulai Januari

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pasar Klitikan di Penggaron telah selesai dibangun Pemerintah Kota …

Silakan Berkomentar