Produsen Kue Keciput Jepara Kewalahan Penuhi Permintaan

JEPARA – Produsen kue keciput di Kabupaten Jepara kewalahan memenuhi permintaan. Sepekan memasuki Bulan Ramadan, peningkatan permintaan bahkan mencapai empat kali lipat dari biasanya.

Produsen kue keciput khas Jepara Mulai kewalahan memenuhi permintaan. Foto: metrojateng.com

Sulikah, salah seorang pemilik rumah produksi kue keciput “Lala Jaya” di Desa Kalipucang Wetan RT 8 RW 2 Kecamatan Welahan, Jepara menuturkan bahwa saat ini dirinya memproduksi 200 kilogram kue keciput per harinya. Jumlah tersebut meningkat tajam dari biasanya yang hanya 50 kilogram per hari.

“Permintaan memang meningkat. Dari 50 kilogram per hari, sekarang 200 kilogram per hari,” ujarnya, Rabu (23/5).

Peningkatan permintaan, lanjutnya, sudah mulai terjadi dua minggu sebelum masuk puasa. Sebab, saat itu banyak warga yang menggelar hajatan adat seperti ruwahan dan selamatan lainnya. Namun, permintaan paling banyak datang dari pengepul (bakul).

“Bakul itu sudah mulai pesan dulu sebelum puasa. Jadi, produksi sekarang ini sebagian untuk memenuhi pesanan-pesanan,” paparnya.

Tingginya permintaan tersebut, membuatnya kewalahan. Bahkan, ia harus menambah karyawan, yang mulanya 11 orang menjadi 20 orang. Rata-rata karyawan dadakan tersebut merupakan warga setempat.

“Tahun ini permintaan bertambah banyak ketimbang tahun lalu. Untuk memenuhi jumlah produksi sesuai pesanan, akhirnya harus menambah karyawan,” tutur dia.

Abdul Majid, Bagian Marketing kue keciput “Lala Jaya” menambahkan, produksi keciputnya dipasarkan bakul-bakul ke daerah Demak, Semarang, Solo, Magelang, Kudus dan Pati.

“Permintaan masih akan terus terjadi sampai biasanya H-1 Lebaran,” katanya.

Di balik peningkatan permintaan, produksi kue keciput terkendala harga bahan baku yang tidak stabil, terutama telur dan wijen.

“Harga telur saat ini Rp 230 ribu per boks dan wijen Rp 765 ribu per karung atau 25 kilogram. Harga bahan bakunya naik-turun, padahal harga keciput sulit untuk berubah-ubah. Kami jual untuk perorangan Rp 40 ribu per kilogram dan Rp 38 ribu per kilogram untuk bakul,” tandasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.