Produk OVOP Didorong Berkontribusi di Industri Besar

SEMARANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah mendorong produk one village one product (OVOP) khususnya di sektor logam dapat berkontribusi untuk industri otomotif nasional. Sinergi itu dapat dilakukan antara pemerintah, pelaku usaha dan industri otomotif.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Arif Sambodo. Foto: anggun puspita

Kepala Disperindag Jawa Tengah, Arif Sambodo mengatakan, potensi OVOP untuk industri kecil menengah (IKM) di sektor logam sangat besar.

“Misalnya di Kabupaten Tegal dan Purbalingga yang memproduksi sparepart atau komponen kendaraan yang ke depan berpotensi untuk menyumbang industri otomotif nasional,” ungkapnya, Senin (9/7).

Kondisi itu seiring kebijakan pemerintah menerapkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) untuk produk yang dibuat dan dipasarkan di Indonesia.

“Seperti Toyota Manufacture Industri (TMI) yang sudah bekerja sama dengan industri kecil di Kabupaten Tegal dan Karangayar agar memasok logam untuk memenuhi¬† kandungan lokal produksinya,” katanya.

Maka itu, lanjut Arif, pihaknya mengajak IKM di Kabupaten Tegal dan Karangayar yang benar-benar di desa agar bisa memproduksi barang-barang otomotif standar Toyota.

Diketahui, pada 2019 nanti Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) ingin kandungan lokal 100 persen dari yang dipersyaratkan pemerintah 80 persen.

“Sehingga kami mendorong agar IKM berkontribusi dalam industri besar,” tandasnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

85 − 79 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.