Polisi Pastikan Pembacokan di Desa Truko Murni Kriminal

KENDAL – Kapolres Kendal AKBP Adi Wijaya memastikan kasus pembacokan dan penganiayaan terhadap dua orang warga Desa Truko Kangkung murni kriminal. Namun demikian polisi masih memeriksa pelaku yang kondisinya luka parah akibat dihakimi massa.

Foto: metrojateng.com/edi prayitno

Kapolres mengatakan penganiayaan ini mengakibatkan dua orang mengalami luka parah dan salah satu korban terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Semarang.

Sementara pelaku hingga saat ini masih dalam perawatan di RSU Soewondo Kendal karena mengalami luka parah akibat dihakimi massa. Kapolres menegaskan kasus ini murni kriminal, hanya kebetulan salah satu korban adalah takmir masjid di wilayah truko.

“Ini kasus kriminal murni dan penganiayaan hanya saja salah satu korban merupakan takmir masjid di Truko,” katanya.

Kapolres menambahkan, untuk memastikan kejiwaan pelaku polisi akan melakukan tes kejiwaan. “Pelaku sendiri dari rekam jejaknya belum pernah dilakukan pemeriksan kejiwaan,” imbuhya.

Hingga Sabtu (17/3) malam kondisi korban pembacokan masih lemas dan belum bisa dimintai keterangan. Korban Agus Nurus Sakban dirawat di RSI Weleri Kendal sedangkan mertuanya Ahmad Zaenuri yang mengalami luka parah di bagian kepala dan tangan kirinya terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Semarang.

Kasus pembacokan ini terjadi saat korban Agus Nurus Sakban bersama istrinya hendak keluar rumah menggunakan mobil. Baru sampai di depan rumah korban dihampiri pelaku dan langsung mengayunkan senjata tajam hingga terluka. Pelaku kemudian dihajar warga hingga babak belur dan tidak sadarkan diri. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.