Polisi Bongkar Praktik Dukun Aborsi di Magelang

MAGELANG – Seorang nenek yang tinggal di lereng pegunungan Menoreh, Yamini (70) diringkus petugas Polres Magelang, karena diduga melakukan praktik aborsi ilegal. Kegiatan ini sudah dilakoninya selama 25 tahun dan baru kali ini terbongkar berkat informasi dari masyarakat. Polisi bahkan berhasil membongkar sebanyak 20 kantong janin dari kuburan yang ada di sekitar rumah tersangka. Diduga, masih ada janin lain yang dikubur.

Pembongkaran makam berisi janin hasil aborsi. Foto: ch kurniawati

Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo mengatakan, selain Yamini, polisi juga meringkus pasangan suami istri siri yang akan melakukan aborsi. Total yang di amankan petugas sebanyak 3 orang.”Total kita mengamankan tiga orang tersangka berikut barang bukti,” ungkap Kapolres, kemarin.

Kepada petugas, tersangka Yamini mengaku sudah melakoni praktik ini sejak 25 tahun lalu. Pasiennya selain dari Magelang juga dari luar kota.

Dalam melakukan praktik aborsi, Yamini tidak melakukan sekaligus. Namun dilakukan dalam kurun waktu antara 1 hingga 2 bulan untuk setiap pasien. Caranya dengan mengurut secara tradisional perut si ibu yang minta janin yang dikandung di aborsi.

Usai menangkap para tersangka, Tim Forensik Dokpol Dikkes Polda Jawa Tengah dan petugas Inavis Polres Magelang melakukan pembongkaran halaman belakang rumah tersangka yang diakui sebagai tempat mengubur janin para bayi hasil aborsi.

Atas perbuatannya tersangka aborsi akan dijerat pasal 80 ayat 3 UU 35/2014 tentang perubahan atas nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sedangkan ibu korban aborsi dijerat pasal 80 ayat 4 UU Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya penjara maksimal 15 tahun dan atau denda maksimal Rp3 miliar. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 49 = 58

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.