Home > KRIMINAL & HUKUM > Polisi Bongkar Jaringan Curanmor Bersenjata

Polisi Bongkar Jaringan Curanmor Bersenjata

Ilustrasi
Ilustrasi7

 

MUNGKID– Polres Magelang berhasil membongkar beberapa jaringan pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukumnya. Bahkan para pelaku ini tak segan menggunakan senjata tajam untuk menakuti korban. Salah satu pelakunya adalah Santo (24) warga Dusun Kalileben, Desa Jati, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Dia berhasil mencuri dua unit motor di lokasi dan waktu yang berbeda.

“Pertama kali ia di wilayah Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang berupa  satu unit sepeda motor jenis Yamaha Vixion sedangkan lokasi kedua di wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta berupa sepeda motor jenis Honda Mega Pro,” kata Kapolres Magelang AKBP Rifki.

AKBP Rifki, menjelaskan penangkapan tersangka bermula dari laporan masyarakat yang kehilangan sepeda motor. Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan hingga kemudian membekuk tersangka di rumahnya.

Saat ditangkap, tersangka sempat melakukan perlawanan sehingga petugas terpaksa menembak kaki tersangka. “Dari tangan tersangka Santo, kami amankan dua buah kunci T sebagai alat untuk membuka paksa sepeda motor korban,” ujar mantan Kepolres Pekalongan Kota itu.

Selain menangkap Santo, sebut Rifki, petugas juga berhasil membekuk lima tersangka lain dengan kasus berbeda dalam rentang waktu satu minggu. Mereka adalah AR (19) warga Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan dan WL (17) warga Desa Dayogo, Kecamatan Pakis.

Keduanya kedapatan mencuri sepeda motor jenis bebek sebanyak 11 unit  di wilayah Kecamatan Kaliangkrik, Bandongan, Sawangan, Windusari Kabupaten Magelang dan di wilayah Kota Magelang serta Kabuten Kulonprogo. “Dari dua tersangka ini kami juga amankan dua unit mobil Toyota Avanza dan Suzuki Carry yang dipakai dirental tersangka untuk melakukan survey tempat sasaran pencurian,”papar Rifki.

Sedangkan tiga tersangka lainnya, imbuh Rifki, berusia di bawah umur. Ketiganya warga Kota Magelang yang mencuri sepeda motor di wilayah Kecamatan Muntilan, Salam dan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Rifki melanjutkan, dari ketiga remaja itu polisi mengamankan tiga unit sepeda motor merk Kawasaki Ninja dan sebilah senjata tajam berupa golok. “Senjata tajam itu dipakai para tersangka untuk mengancam calon korban, ketika korban ketakutan mereka lantas membawa kabur sepeda motornya,” lanjut Rifki. (MJ-14)

Ini Menarik!

Kenang Tragedi Jatuhnya Heli Dauphin, Basarnas Bangun Monumen di Gunung Butak

Share this on WhatsApp TEMANGGUNG – Sebuah monumen dibangun di kaki Gunung Butak, Desa Canggal, …

Silakan Berkomentar