Home > JATENG RAYA > METRO PANTURA > Polisi Belum Tetapkan Tersangka Laka di Gringsing Batang

Polisi Belum Tetapkan Tersangka Laka di Gringsing Batang

laka maut batang 5 tewas

BATANG – Polres Batang belum menetapkan tersangka dalam kecelakaan maut yang terjadi di Jalur Pantura Desa Surodadi Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang yang menewaskan lima orang korban dan enam lainnya mengalami luka parah. Sedikitnya sudah ada dua orang saksi yang sudah dimintai keterangan.Kasat Lantas Polres Batang, AKP Imam Safi’i mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa dua orang saksi yakni anggota Polres Batang dan salah seorang warga, Faiz Irhanul Hilal, yang saat peristiwa naas itu berada di lokasi kejadian.

“Kami sudah memintai keterangan dari saksi, dan olah TKP. Kecelakaan tersebut diduga akibat sopir Daihatsu Luxio mengantuk sehingga kehilangan kendali,” ujarnya.

Ditambahkannya, jika nantinya memang dipastikan bahwa sopir Daihatsu Luxio bernopol H 9285 VR, Hery Suprayitno menjadi tersangka, maka yang dikenakan adalah pasal 77 KUHP tentang kasus yang diberhentikan karena tersangka meninggal dunia.

“Kalau memang nantinya sopir Daihatsu Luxio yang ditetapkan tersangka maka kasus ini dengan sendirinya berhenti dan tidak dilanjutkan. Hal itu sesuai dengan pasal 77 KUHP,” lanjutnya.

Sedangkan biaya pengobatan bagi para korban, Imam menambahkan, semuanya diproses melalui jasa raharja.

“Kami sudah membantu para korban untuk mengurusi biaya pengobatan melalui jasa raharja. Namun, soal tersangka masih bersifat dugaan, belum pasti, saat ini masih dalam penyidikan,” paparnya.

Pihaknya juga telah melakukan kunjungan ke korban kecelakaan tersebut yang sedang dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI (Weleri), kemarin. Hal tersebut guna memastikan kondisi korban pasca kecelakaan.

“Ya, kami kunjungi mereka untuk memastikan kondisinya,” imbuhnya.

Sementara Humas RSI Weleri, Farid Hermawan menyampaikan, lima korban tewas telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan, Senin (15/9) sore. Sedangkan enam lainnya masih berada di RSI Weleri untuk mendapatkan perawatan.

“Informasinya, para korban penumpang Luxio akan dirujuk ke rumah sakit di Semarang oleh keluarganya. Namun, itu bukan karena tidak bisa tertangani di sini, melainkan supaya dekat dengan keluarga,” kata Farid.

Menurutnya, kondisi para korban sudah membaik. Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan kapan akan bisa pulang dan rawat jalan.

“Kalau sopir truk sudah bisa pulang, tapi karena masih butuh istirahat jadi dia memilih masih tinggal di sini,” tandasnya.

Diketahui, kecelakaan maut tersebut telah menewaskan lima orang dan enam lainnya luka berat. Mulanya, Daihatsu Luxio yang dikemudikan Hery Suprayitno dengan delapan penumpang lainnya dari arah barat oleng dan berbalik sampai menghantam truk bermuatan pepaya dari arah berlawanan.

Lima korban tewas adalah sopir Daihatsu Luxio Heru Suprayitno,35, warga Jalan WR Supratman Semarang Barat, Sumarni,40, warga Semaran dan tiga warga Jalan Pergiwati 3 Semarang Utara yakni Temu Pancawati,42, Fatimah Azzahra,5, dan Sutriana,40. Sedangkan empat penumpang Daihatsu Luxio yakni Fitri ibu dari Zahra, Noval Cahaya Stevani, Dafa adik Zahra dan Agung. Semuanya merupakan warga Jalan Pergiwati 3 Semarang Utara.

Selain itu, dua korban lagi sedang mendapat perawatan di RSI Weleri yakni sopir truk Mujiono dan kernet Mardi . (MJ-01)

Ini Menarik!

DPC PKB Buka Posko Pengaduan Pelanggaran Seleksi Perangkat Desa

Share this on WhatsApp  KENDAL – Untuk mengantisipasi kecurangan dalam tes seleksi perangkat desa Kabupaten …

Silakan Berkomentar