Beranda JATENG RAYA Polda Jateng Antisipasi Kampanye Gelap di Dunia Siber

Polda Jateng Antisipasi Kampanye Gelap di Dunia Siber

2
0
BERBAGI
Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono. (foto: metrosemarang.com/Efendi)
SEMARANG РSatgas anti kampanye hitam dibentuk oleh Polda Jateng untuk mengantisipasi adanya tindakan yang dilakukan dalam dunia siber dan berpotensi menyebabkan gangguan keamanan saat pelaksanaan Pilkada Serentak tahun ini. Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, satgas ini akan mengawasi media sosial jika nantinya ada pihak-pihak yang menggunakan isu sara maupun fitnah saat kampanye agar segera dilakukan penindakan.
“Satgas ini untuk mengantisipasi agar tidak ada ujaran kebencian, fitnah ataupun suatu hal yang dapat memecah belah kesatuan, menyinggung perasaan, kesukuan, ras antar golongan, maka kami membentuk satgas ini. Satgas ini memang baru kali ini dibentuk, pilkada-pilkada sebelumnya belum membentuk,” terang Condro usai memimpin apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja 2018 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jumat (5/12).
Satgas tersebut merupakan gabungan personel dari beberapa satuan di Polda Jateng. Diantaranya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus), Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum), Intel, maupun Humas. Dalam penindakannya, satgas ini akan berkoordinasi dengan tim penegakan hukum terpadu (Gakkumdu).
“Jadi satgas ini akan menindak akun-akun perorangan di media sosial yang melakukan kampanye gelap. Sedangkan, jika nantinya kampanye gelap itu dilakukan oleh akun medsos resmi milik timsukses atau pasangan calon nanti akan ditindak sama Gakkumdu,” kata Condro.
Selain itu, Masyarakat yang menemukan adanya kampanye gelap menjelang pilkada serentak bisa melaporkannya melalui media sosial seperti instagram dengan cara memotret dan mengunggahnya dengan menyertakan hastag #antiblackcampaignjawatengah. Laporan tersebut kemudian akan dteruskan kepada pihak yang berwenang untuk melakukan tindakan.
“Nanti kalau masyarakat melihat kampanye itu yang mengandung ataupun menyinggung unsur sara, silahkan difoto dan diunggah di medsos dengan menyertakan hastag ##antiblackcampaignjawatengah. Nanti kami tangani dulu, kita kejar, kita cari munculnya dari mana. Pokoknya jangan sampai terjadi persekusi baru kita bertindak,” Pungkas Condro.
Sementara, dalam pilkada serentak nanti Polda Jawa Tengah mengerahkan sebanyak 21.259 personel dari berbagai satuan untuk melakukan pengamanan. Tak hanya itu, sebanyak 5.425 personel TNI serta 21.259 personel Linmas siap membantu melaksanakan pengamanan. (fen)