Home > JATENG RAYA > Pola Partisipatif, Jurus Wali Kota Hendi Tata Pemukiman

Pola Partisipatif, Jurus Wali Kota Hendi Tata Pemukiman

Wali Kota Hendrar Prihadi di acara seminar nasional di Undip Semarang bersama pembicara lainnya, Rabu (23/8). (foto: metrosemarang.com/Mukhamad Masrukhin)

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memaparkan sejumlah solusi alternatif penataan pemukiman di Semarang melalui pola partisipatif. Menurutnya, saat ini banyak masyarakat yang tertarik untuk beraktifitas di Kota Semarang sehingga otomatis berdampak terhadap padatnya pemukiman.

‘‘Kami berupaya menata pemukiman bukan semata-mata mengenai bangunannya saja, tetapi juga tentang masyarakat di dalamnya. Semua pihak harus terlibat di antaranya pemerintah, pengusaha, pewarta dan penduduk itu sendiri,’’ ujarnya.

Hal itu disampaikannya dalam Seminar Nasional dengan tema ‘’Rumah Layak dan Terjangkau Bagi Masyarakat Berpenghasilan Tidak Tetap’’ di Kampus Undip Tembalang, Rabu (23/8). Hadir pembicara lainnya yaitu Dirjen Penyediaan Perumahan, Dirjen Hubungan Hukum Keagrariaan, dan Direktur Utama Bank BRI.

Menurut Hendi, sapaannya, pihaknya memberi solusi masalah penataan pemukiman dengan berupa melakukan tiga upaya, yaitu revitalisasi, fasilitasi, dan persuasi. Pihaknya selama ini telah merevitalisasi sejumlah kampung kumuh menjadi pemukiman yang layak. Melalui program kampung tematik seperti kampung seni, kampung jawi, kampung bandeng, kampung batik, serta kampung pelangi yang sempat viral dan bahkan menjadi sorotan dunia.

Ke depan, pihaknya berencana menargetkan akan membenahi 11.000 unit rumah tidak layak huni. Sedangkan upaya fasilitasi yang dilakukannya yaitu dengan memberikan sebanyak 2.125 unit hunian vertikal atau rusunawa dengan biaya murah di Bandarharjo, Pekunden, Plamongan, Kaligawe, Karangroto, serta Kudu.

Dan juga kredit murah andalan Pemerintah Kota Semarang, berupa Kredit Wibawa (Wirausaha Bangkit Jadi Jawara) sebagai modal usaha bagi masyarakat khususnya pelaku UMKM. ‘’Upaya yang terakhir yaitu persuasi dengan menawarkan kepada masyarakat sejumlah hunian murah sederhana,’’ katanya.

Saat ini, ujarnya, pola pembiayaan kredit kepemilikan perumahan dengan bunga ringan telah banyak ditawarkan oleh perbankan. Pemkot Semarang berupaya agar tersosialisasi dengan baik.

‘’Tapi bagaimana masyarakat agar bisa memiliki rumah yang sehat dan layak, kami memiliki program bedah rumah tidak layak huni, serta penyediaan 6 rusunawa yang dapat menampung sebanyak 2.125 KK,’’ tegasnya. (duh)

 

Ini Menarik!

Gerindra Bakal Umumkan Cagub Jateng Pekan Depan

Share this on WhatsApp SEMARANG – Nama calon gubernur (cagub) yang akan diusung Partai Gerakan …

Silakan Berkomentar