PLN Normalkan Listrik di Area Banjir Mangkang

Petugas Pelayanan Teknik PLN Rayon Semarang Barat tengah membersihkan instalasi meteran milik warga Wonosari yang terdapat endapan lumpur karena tergenang banjir. (Foto : Istimewa)

 

SEMARANG -Kemampuan Tim Pelayanan Teknis PLN Rayon Semarang Barat benar-benar diuji saat terjadi banjir bandang akibat jebolnya tanggul sungai Beringin Kelurahan Wonosari Kecamatan Tugu, Jumat (9/2) malam lalu. Karena genangan banjir setinggi 160 sentimeter, maka beberapa rumah yang posisinya di permukaan tanah yang rendah banyak instalasi meteran atau MCBnya yang terendam. PLN pun mengamankan wilayah yang tergenang dari hubungan arus pendek.

Di sisi lain, akibat hujan deras disertai angin dan banjir, kabel SR yang berada di wilayah RW 7 Kelurahan Wonosari pun putus. Jumat malam menurut warga terjadi kepanikan, disaat air bertambah tinggi aliran listrik padam dan gelap gulita. Beruntung kejadian tersebut tidak baru kali ni terjadi. Warga telah mempersiapkan lampu penerangan emergensi sehingga memudahkan untuk mengamankan diri ke daerah yang lebih tinggi atau menuju jalur evakuasi.

Dalam waktu tiga jam, petugas PLN mampu melokalisir wilayah yang dilanda banjir. Daerah yang rawan terjadi hubungan pendek diamankan terlebih dahulu, termasuk kabel SR yang putus.

Setelah air berangsur surut, sekitar tiga jam beberapa rumah sudah teraliri listrik kembali, kecuali beberapa rumah yang rawan hubungan arus pendek karena posisi instalasi basah atau tergenang.

Minggu (11/2) siang, dua petugas Pelayanan Teknik PLN Rayon Semarang Barat Sulis dan Adam terus melakukan pelayanan perbaikan dari rumah ke rumah warga. Menurut Ketua RW 07 Kelurahan Wonosari, Mashudi ada 215 rumah yang tergenang banjir selama beberapa jam pada Jumat malam.

“Banjir datang begitu cepatnya karena tanggul di belakang yang ada di aliran sungai Beringin jebol. Debit air langsung menuju perkampungan dan tergenang hingga 160 sentimeter. Meski air tidak lama, namun setelah surut meninggalkan lumpur setinggi 60 sentimeter dan menyulitkan aktifitas warga”, ujar Nurhadi.

Tim yang paling cepat datang yakni dari PLN. Menurut warga lain, Nur Rohmad ada beberapa petugas yang melakukan pengecekan di lokasi hingga hujan rintik-rintik pun mereka tetap melakukan pengecekan untuk pengamanan.

Kabel SR yang putus, menurut Sulis langsung disambung pada Minggu siang. Petugas menggantinya dengan kabel baru sepanjang 30 meter.  “Hanya membutuhkan waktu tak lebih dari satu jam. Sebenarnya bisa dilakukan Sabtu kemarin, namun kami masih kesulitan masuk ke tempat kabel yang putus lantaran endapan lumpurnya masih tinggi.

Saat ini aliran listrik ke semua wilayah kampung sudah kembali normal”, ujar Sulis.

Adam pun mengatakan ada satu rumah yang posisinya paling rendah sehingga sekering atau MCBnya terendam banjir. “Setelah kami buka di dalam instalasi meteran sudah banyak endapan lumpurnya. Instalasi tersebut langsung kami ganti dengan yang baru dan langsung kami sambung”, ujar Adam.

Manager PLN Rayon Semarang Barat, Jaya Kurniawan yang dihubungi mengatakan tidak ada hambatan yang sulit dihadapi dari dampak banjir di daerah Mangkang Wetan. Karena daerah tersebut memang rawan banjir dan tanah longsor, maka PLN Rayon Semarang Barat telah mengatur langkah antisipasi dan penanganan.

“Kebetulan kami selalu melakukan koordinasi dengan berbagai unsur terkait, sehingga ketika muncul potensi kerawanan, kami bisa langsung cepat bertindak untuk mengamankan instalasi agar tindak membahayakan dan merugikan warga. Sabtu paginya aliran listrik ke wilayah tersebut sudah kami nyatakan clear. Memang hanya ada beberapa karena kabel putus dan kami kesulitan untuk masuk mengingat endapan lumpur masih tinggi”, kata Jaya Kurniawan.

Ada pula satu rumah milik Ibu Muchanah yang rusak parah karena temboknya jebok dan hanyut. Namun oleh PLN sudah dapat diatasi penanganan instalasinya dan tetap mendapakan layanan aliran listrik untuk penerangan maupun kepentingan lainnya. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

61 − = 57

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.