Beranda JATENG RAYA Pilgub Jateng, Suara Nahdhiyin di Demak Jadi Rebutan

Pilgub Jateng, Suara Nahdhiyin di Demak Jadi Rebutan

18
0
BERBAGI
Ilustrasi
DEMAK – Suara kaum nahdliyin di Kabupaten Demak bakal menjadi rebutan untuk mendulang suara bagi pasangan calon dalam Pilgub Jateng 2018. Saat ini, partai politik sudah mulai menyiapkan strategi pendekatan terhadap kaum nahdliyin.
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Demak, Nur Wakhid menuturkan bahwa mayoritas warga Kota Wali adalah kaum nahdliyin atau Nahdlotul Ulama (NU).¬†“Kami sadar betul basis NU atau nahdliuim di Demak sangat kuat. Mayoritas warganya adalah “hijau”,” ujarnya, Kamis (11/1).
Sehingga, menurutnya, langkah politik yang ditempuh adalah melakukan pendekatan di kalangan kaum nahdliyin. Golkar sendiri merupakan partai politik (Parpol) pendukung pasangan calon Ganjar Pranowo-Taj Yasin dalam Pilgub Jateng 2018.
“Sebenarnya tidak ada kesulitan bagi kami untuk berkomunikasi dengan kaum nahdliyin. Karena Golkar merupakan parpol pemilik kursi banyak di DPRD Demak, yakni 9 kursi,” paparnya.¬†Ditambahkannya, Golkar alan all out memenangkan Ganjar-Yasin meski hanya sebagai parpol pendukung bukan pengusung.
“Suara Golkar di Demak sangat dipertimbangkan. Kami akan merebut suara mayoritas (nahdliyin) dan all out demi kemenangan Ganjar-Yasin,” ungkap dia.
Wakhid menyampaikan, kantong suara Golkar hampir ada di tiap kecamatan. Di Kecamatan Karangawen, Karangtengah, Guntur, Demak Kota, Wonosalam, Kebonagung memiliki dua kursi. Sedangkan Bonang dan Wedung satu kursi.
“Kami juga punya jejaring di kalangan santri. Jadi, kami akan terus berkomunikasi untuk mendapatkan suara dari kalangan nahdliyin,” jelas dia.
Sementara, Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Demak, Marwan mengaku bahwa menarik suara kaum nahdliyin bukan hal yang sulit. Sebab, PKB sendiri sudah merapat untuk pasangan calon Sudirman Said-Ida Fauziyah.
“Iya, Demak memang mayoritas “hijau”. Saya kira pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah bisa menang di Demak jika mesin partai koalisi dan elemen pendukung lainnya dapat bekerja denhan baik,” katanya.
Diketahui, dalam Pileg 2014, PDI P hanya meraih 8 kursi sama dengan Partai Gerindra. Sedangkan PKB dan Golkar 9 kursi. Parpol lain seperti PPP 5 kursi, PKS 4 kursi, Nasdem 3 kurisi, PAN 2 kursi Demokrat 2 kursi. Total ada 50 kursi. (MJ-23)