BBM Naik, Tarif Sewa Kamar Hotel Masih Stabil

image
Foto ilustrasi hotel

JEPARA – Buntut dari naiknya sejumlah harga kebutuhan seperti gas elpiji, tarif dasar listrik, dan bahan bakar minyak (BBM), harga sewa kamar hotel pun turut naik. Namun, berapa persen jumlah kenaikannya, Pengusaha Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Jepara belum menentukan besarannya.
Ketua PHRI Kabupaten Jepara Sigit Nugroho mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih mencari terobosan guna menyesuaikan naiknya sejumlah harga-harga kebutuhan. Pasalnya, harga BBM saat ini tidak dapat dipastikan.

“Kalau tarif sewa kamar dinaikan sekarang, khawatirnya nanti harga BBM turun lagi. Nah, jika harga sewa kamar naik turun, nanti dikira pengusaha mempermainkan harga. Makanya saat ini kami baru mencari terobosan terbaiknya bagaimana,” ujarnya.

Dia menambahkan, rata-rata hotel dan restoran di Kabupaten Jepara membutuhkan BBM sebanyak 35 persen dari kebutuhan operasional setiap bulan. Sementara untuk kebutuhan listrik mencapai 40 persen. Sisanya untuk kebutuhan operasional lainnya.

“Terlebih bagi hotel-hotel di Karimunjawa, kebutuhan BBM setiap bulannya lebih banyak, karena di sana (Karimunjawa) listrik hanya sampai pukul 12 malam,” terangnya.

Jika memang terpaksa menaikan harga sewa kamar, Sigit menambahkan, kenaikannya maksimal 15 persen. (MJ-17)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 1 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.