Petugas Primkopad: Blue Bird Sering Serobot Penumpang di Bandara Ahmad Yani

SEMARANG – Pasca-insiden penumpang pesawat mencuat, pihak pengelola taksi Primkopad yang bekerja sama dengan Bandara Internasional Ahmad Yani, langsung bereaksi keras. Beberapa petugas Primkopad sebagai pengawas operasional taksi bandara menyayangkan ulah taksi Blue Bird yang kerap beroperasi di kawasan terminal apung Bandara Ahmad Yani.

Sopir Blue Bird ketika menurunkan penumpang di Bandara Ahmad Yani. Foto: fariz fardianto

Pulut Hariyanto, seorang petugas Primkopad sekaligus pengawas taksi bandara menyebutkan ada oknum-oknum sopir taksi Blue Bird yang memperkeruh suasana dengan mengambil para penumpang di area drop zone bandara.

“Blue Bird yang masuk kemari kan harusnya cuma ngedropin penumpang aja. Mereka enggak boleh naikin penumpang di sini. Aturannya memang seperti itu,” ungkap Pulut di sela aktivitasnya mengawasi taksi-taksi bandara, Senin (16/7).

Ia yang telah bekerja di Primkopad sejak 1981 silam itu menyatakan, taksi bandara atau lebih dikenal taksi Angkasa Pura sejak lama menjadi satu-satunya operator transportasi resmi di kawasan Bandara Ahmad Yani.

Kondisi serupa pun berlaku, katanya, ketika operasional Bandara Ahmad Yani dipindah dari sisi utara Kalibanteng menuju ke sisi utara dekat bibir pantai Semarang.

“Kalau pun ada orang yang naik Blue Bird dari sini, berarti itu ulahnya oknumnya yang sengaja nyerobot. Ada sih beberapa Blue Bird yang saya pantau berisi penumpang. Tetapi ada pula yang enggak bawa penumpang. Semestinya itu salah dan harus ditindak oleh petugas bandara,” terang pria yang sudah purna tugas dari TNI AD tersebut.

Menurutnya Primkopad sendiri selama ini mengoperasikan sekitar 140 taksi bandara. Toyota Limo seri teranyar menjadi pilihan untuk dipakai sebagai taksi bandara.

Selain Pulut, ada seorang pengawas lagi yang bertugas memantau pergerakan taksi bandara. Keduanya bekerja full time pagi sampai malam sejak terminal apung beroperasi awal Juni kemarin.

“Hanya ada dua pengawas taksi bandara. Kami kerjanya 24 jam tiap hari,” tutur Pulut.

Terkait kejadian wanita dilabrak pria berpakaian preman, Pulut mengklaim tak tahu-menahu. Ia mengatakan tak pernah melakukan sweeping terhadap pengunjung maupun taksi-taksi lain yang beredar di Bandara Ahmad Yani.

“Biasanya bila ada penumpang yang ketahuan naik transportasi di luar taksi bandara, yang menegurnya itu security bandara. Kita enggak punya wewenang,” cetusnya.

Sedangkan, Communication and Legal Section Head Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang, Dian Purnamasari menyatakan hanya ada tiga jasa transportasi resmi yang bekerjasama dengan pihaknya. Ketiganya yaitu rental car yang dikendalikan Blue Bird Group, taksi bandara dari Primkopad dan BRT.

“Kalau penumpang mau komplain silakan datangi costumer service untuk menuliskan komplainnya biar bisa ditindaklanjuti oleh bandara,” urainya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.