Home > JATENG RAYA > Persis Film, Proses Kabur Tahanan Polses Gajahmungkur

Persis Film, Proses Kabur Tahanan Polses Gajahmungkur

ilustrasi. (sumber: polri.go.id)

SEMARANG – Kaburnya Aseng, tahanan Polsek Gajahmungkur Semarang, persis adegan di film-film. Dalam sekejap ia lolos dari pengawasan petugas dan lari ke beberapa kota.

Mulanya, Aseng berada di ruang penyidik Polsek Gajahmugkur, dalam proses pemeriksaan untuk melengkapi berita acara kasus pencurian yang dituduhkan padanya. Pemeriksaan berlangsung Sabtu (5/9) malam.

Dalam proses pemeriksaan itu, petugas mengambil kunci dengan posisi membelakangi dirinya. Aseng melihat celah dan memanfaatkannya.

Ia keluar dari ruang penyidik, lari sejauh 2 kilometer dari Polsek Gajahmungkur. Aseng menuju pangkalan taksi di samping Hotel Grand Candi. Taksi Atlas ditumpanginya, sopirpun tak curiga pada awalnya. Kepada Nur Eko, Si Sopir, Aseng memesan tujuan ke arah Purwodadi.

Ada kerabat yang menjadi tujuan Aseng di Purwodadi. Namun sesampainya di Purwodadi, ia ditolak kerabat tersebut. Aseng lantas memesan arah kembali menuju Semarang.

Sampai di Mranggen, Demak, ia meminta sopir untuk turun dengan dalih menanyakan kebenaran alamat yang diakuinya sebagai alamat kerabat. Aseng juga meminta sopir membelikannya pulsa.

Kembali Aseng melihat celah. Saat sopir turun, ia mengambil alih kemudi dan membawa taksi bernomor lambung 191 dengan kode New Atlas Nusantara itu kabur. Tujuan Aseng selanjutnya adalah Sleman, Yogyakarta.

Petugas melakukan pengejaran hingga Yogyakarta. Taksi Atlas yang dibawa kabur ditemukan di Sleman, Senin (7/8) pagi. Aseng meninggalkannya di sana. Petugas terus melakukan pencarian. Jejak Aseng terendus sempat menyinggahi tempat kos di Sleman.

Saat dikejar, ternyata Aseng sudah tak ada di tempat kos tersebut. Malah, Polres Sleman memberikan laporan bahwa Aseng diduga mencuri sepeda motor, laptop dan ponsel dari tempat kos tersebut.

Kepolisian Resor Kota Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji memprioritaskan penuntasan pemburuan Aseng. Pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Kasus diakuinya disebabkan kelengahan. Ia memerintahkan Polsek Gajahmungkur dan Resmob untuk menangkap Aseng.

“Yang bersangkutan diimbau lekas menyerahkan diri sebelum petugas bertindak tegas,” kata Abiyoso. (far/fen)

Ini Menarik!

Pasar Klitikan Rampung, PKL Bantaran BKT Harus Pindah Mulai Januari

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pasar Klitikan di Penggaron telah selesai dibangun Pemerintah Kota …

Silakan Berkomentar