Home > JATENG RAYA > Pernah Dibui, Pria Ini Tantang Ganjar di Pilgub Jateng

Pernah Dibui, Pria Ini Tantang Ganjar di Pilgub Jateng

(foto: ferryjuliantono.com)

SEMARANG – Ferry Juliantono merupakan salah satu nama yang digadang-gadang sebagai Calon Gubernur Provinsi Jawa Tengah di Pemilihan Umum Gubernur 2018 mendatang. Sebelumnya, nama Ferry sudah dikenal sebagai seorang aktivis yang sempat mendekam di penjara karena memimpin aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat pemerintahan SBY.
“Rakyat Jawa Tengah butuh gubernur baru yang aktif memperjuangkan kesejahteraan dan kemakmuran. Terutama bagi para rakyat kecil seperti petani, nelayan, dan buruh adalah orang-orang yang harus kita perjuangkan nasibnya, ” kata Ferry melalui siaran pers tertulisnya kepada metrojateng.com, Selasa (5/9).
Ferry yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, aktif dalam kegiatan organisasi petani, nelayan dan buruh. Sejak 2005 sampai sekarang, Ferry dipercaya menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia. Ia juga masih menjabat sebagai Wakil Direktur Pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan) sampai sekarang. Berdasarkan pengalaman dan aktivitasnya, ia dipandang sebagai tokoh yang potensial sehingga banyak dukungan yang mendorong ia maju di Pilgub Jawa Tengah 2018.
“Ada beberapa teman Demokrat seperti Rachland Nashidik, Kornel Simbolon, Amir Syamsuddin mendukung, juga Andi Nurpati beri dukungan kepada saya untuk Jateng. Saya juga sudah komunikasi dengan beberapa partai lain seperti Perindo, PAN dan tokoh-tokoh lain. Mereka menyambut baik dan sekarang saya fokus pada menyerap aspirasi masyarakat Jateng,” demikian Ferry.
Ferry yang dianggap anak emas Ketum Gerindra Prabowo Subianto ini mendapat dukungan dari budayawan Jaya Suprana dan sesepuh PAN Amien Rais. Tak ayal popularitasnya kian melaju tinggi dan ia optimis bisa bertarung di Pilgub Jawa Tengah.
“Saya akan mengambil kesempatan yang ada, agar bisa berkontribusi bagi rakyat Jawa Tengah. Saya juga prihatin, Jawa Tengah yang memiliki potensi agraris yang tinggi namun para petaninya hidup di bawah garis kemiskinan,” lanjut Ferry.
Menurut Ferry, kondisi provinsi Jawa Tengah cukup memprihatinkan, sebab angka kemiskinan masih tinggi dan didominasi oleh petani. Diketahui bahwa hingga tahun 2016, dari sekitar 4,5 juta warga miskin di Provinsi Jawa Tengah  80 persennya atau 3,2 juta dari jumlah tersebut adalah petani. Hal tersebut termasuk motivasinya untuk maju di Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 mendatang.
“Insyallah, Jawa Tengah ke depan akan ada kepimpinan baru yang membela rakyat. Suatu kehormatan bila bisa mengalahkan PDIP di kandangnya,” pungkasnya. (red)

Ini Menarik!

Natal dan Tahun Baru 2018, Pasokan BBM dan LPG Aman

Share this on WhatsApp SEMARANG- Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV memastikan stok BBM dan …

Silakan Berkomentar