Beranda SPORT JATENG Pernah Berjaya di Magelang, Kempo Sedang Dihidupkan Kembali

Pernah Berjaya di Magelang, Kempo Sedang Dihidupkan Kembali

38
0
BERBAGI
Para pengurus Perkemi Kota Magelang yang baru saja dilantik ketua Perkemi Jateng di rumah makan Nyah Ireng Kota Magelang, Rabu (18/1). (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

 

MAGELANG –  Olahraga beladiri kempo mengalami kejayaan di Kota Magelang sekitar 10-15 tahun yang lalu. Namun olahraga yang berasal dari Jepang itu kini mengalami kemunduran dan kurang diminati oleh generasi muda. Melihat kondisi tersebut, para pengurus Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Magelang bergerak untuk mengembalikan kejayaan yang pernah ada.

Ketua Perkemi Kota Magelang, Kholid Abidin ingin cabang olahraga ini bisa kembali menunjukkan prestasi baik di tingkat regional maupun nasional. “Dulu, Magelang termasuk dalam tim andalan Jawa Tengah untuk olahraga kempo. Banyak kenshi (atlet) Magelang yang dominan di Jawa Tengah. Karena itu kami ingin mengembalikan masa jaya itu,” ujar Kholid saat pelantikan pengurus Perkemi Kota Magelang periode 2017-2021, di rumah makan Nyah Ireng Kota Magelang, Rabu (17/1) malam.

Kholid menerangkan, kempo merupakan olahraga beladiri memiliki kekhasan. Olahraga ini memiliki teknik goho (keras) dan yuho (lunak). Kempo sudah masuk dalam salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada pekan olahraga tingkat daerah hingga nasional. Di Sea Games, kempo masuk dalam salah satu olahraga eksibisi.

“Beberapa waktu belakangan, olahraga ini mengalami pasang surut. Salah satunya karena kesulitan pembibitan. Untuk itu, mulai kepengurusan baru ini, kita ingin melakukan pembibitan atlet secara dini dari tingkat SD hingga SMA,” terang Kholid.

Selain itu, perguruan-perguruan (dojo) tidak aktif akan kembali diaktifkan. Untuk sementara, dojo masih terpusat di Stadion Moch Soebroto Magelang dengan jumlah pengurus 20 orang dan kenshi sebanyak 40-an orang.

Meski terbatas, namun atlet kempo dari Magelang telah mendulang prestasi pada pekan olahraga Kedu-Pekalongan-Banyumas (Dulongmas) tahun 2015. Para kenshi dari Magelang meraih peringkat kedua setelah Banyumas. Mereka adalah penyumbang medali terbanyak untuk Magelang, yakni 2 emas, 2 perak, 2 perunggu.

Olahraga Kempo di Magelang muncul sekitar tahun 1972 setelah menggaung di Semarang dan Salatiga.

“Magelang sempat menjadi andalan olahraga ini di Jawa Tengah. Magelang sering jadi juara dalam setiap lomba. Makanya, kami sangat berharap agar pengurus Perkemi yang baru ini nanti bisa memotivasi yang lebih muda, serta memotivasi yang sudah tua untuk aktif kembali,” kata Ketua Pengurus Perkemi Jawa Tengah, Bambang Haryono.

Menurut Bambang, keberhasilan pengurus diukur dari prestasi yang dihasilkan. Kunci dari keberhasilan ini adalah kekompakan dan komunikasi yang terjalin baik oleh pengurus baik intern maupun ekstern. “Pengurus harus bisa mengurus bukan ngrusuhi. Kekompakan harus dijalin demi keberhasilan. Kibarkan bendera kempo ke seluruh penjuru Magelang,” tegasnya.

Salah satu pemerhati olahraga di Kota  Magelang, Mayjend TNI (Purn) Sukardiono mengatakan, untuk bisa mengembalikan kejayaan olahraga kempo dibutuhkan dukungan dari semua pihak. “Jika prestasi menjadi tujuan utama dari olahraga ini, maka kuncinya adalah komitmen. Susun program secara terstruktur dan gunakan setiap kegiatan untuk promosi kempo,” himbaunya.

Dalam pelantikan ini, hadir Kepala  Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang Jarwadi, perwakilan KONI Kota Magelang, mantan Ketua KONI Kota Magelang Slamet Santoso perwakilan pengurus Perkemi Wonosobo, serta Sekda Kota Magelang Sugiharto yang juga tokoh kempo pemegang sabuk hitam. (MJ-24)