Peringatan Keras, Camat di Magelang Ketahuan Ikut Kampanye Pilkada

Ilustrasi

MAGELANG – Salah seorang camat di Kabupaten Magelang kedapatan berada di antara para peserta pendukung salah sau pasangan calon dalam Pilkada Kabupaten Magelang. Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Magelang memberi peringatan keras pada camat tersebut. Peringatan telah dikirim ke Bawaslu Propinsi Jateng dan Komisi Aparatus Sipil Negara (KASN), pada 15 Februari lalu. Surat tersebut juga disampaikan kepada Bupati Magelang dan Sekda Magelang, pada tanggal yang sama.

Pelanggaran yang dilakukan camat tersebut diketahui pada Minggu, 4 februari 2018. Salah satu akun Facebook mengunggah foto camat yang berada pada acara deklarasi Paslon. Unggahan tersebut mengundang komentar miring dan di-repost akun-akun lain.”Banyak pula yang kemudian menanyakan komitmen kami sebagai pengawas dalam mengawasi hal ini,” Ketua Panwaskab Magelang, Habib Shaleh, Minggu (18/2).

Pihaknya mengeluarkan peringatan berdasar laporan warga, dengan lebih dulu mengkonfirmasi pengunggah dan penyebar foto camat tersebut.“Orang-orang yang ada dalam foto dan orang yang berkomentar pada unggahan tersebut juga dikonfirmasi. Mereka dipanggil dengan surat resmi, juga didatangi rumah masing-masing,” lanjut Habib.

Sayangnya, pengunggah foto tersebut tidak mendatangi panggilan. Sejumlah warga yang membubuhkan komentar pada undangan tersebut bersedia datang, namun menolak membuat laporan. Manurut Habib berdasar penilaian Bawaslu, ini adalah kasus pelanggaran dengan jabatan tertinggi yang ditangani selama Pilkada tahun ini.

Koordinator Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggara Pemilu panwaskab Magelang, Fauzan Rofiqun mengatakan, pihaknya mengkaji kasus tersebut. Hasilnya, Panwaskab memasukkan kasus ini dalam temuan, oleh sebab tidak ada yang bersedia membuat laporan.

Panwaskab melakuan klarifikasi pada penyelenggara kegiatan. Panitia menyebut, baru mengenal camat tersebut dan mengundangnya secara lisan. Sementara, camat yang bersangkutan mengakui kedatangannya pada deklarasi itu secara pribadi.“Menurut camat, dalam sambutan ia hanya menyampaikan pesan kepada warga untuk menjaga kerukunan. Bukan kampanye yang disampaikan. Dalam aturan, hal seperti itu tetap tidak diperbolehkan, karena termasuk dalam keberpihakan,” kata Fauzan.

Temuan tersebut telah dirapatkan oleh Panwaskab Magelang. Kesimpulannya, camat tersebut dinilai telah melanggar administrasi. Kesimpulan itulah yang mendasari peringatan yang dikeluarkan Panwaskab.Fauzan berharap dengan peringatan tersebut menimbulkan efek jera bagi ASN untuk tidak terlibat maupun melibatkan diri dalam kontestasi Pilkada.

Sesuai aturan, ASN harus netral dan tidak memihak salah satu paslon.Menurut Fauzan, pihak Sekda Kabupaten Magelang berjanji akan menindaklanjuti temuan ini. Sekda juga  memastikan bahwa temuan tersebut tidak akan mengganggu hubungan Panwaskab Magelang dengan OPD terkait. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.