Perayaan Syawalan, Puluhan Balon Udara Diterbangkan secara Liar di Pekalongan

SEMARANG – Memasuki puncak perayaan 1 Syawal 1439 Hijriyah, hampir seluruh kecamatan di Kota Pekalongan masih menerbangkan balon udara secara liar. Bahkan, pihak Airnav Indonesia memantau ada puluhan balon udara yang diterbangkam oleh masyarakat setempat sejak dua hari terakhir perayaan Syawalan.

Ilustrasi

“Dari hasil pengamatan kami, masih banyak balon udara yang diterbangkan secara liar oleh warga di semua kecamatan Pekalongan. Jumlahnya mungkin ada puluhan buah. Padahal, sesuai Peraturan Menteri (PM) Nomor 40 Tahun 2018, menerbangkan balon udara bisa membahayakan aktivitas penerbangan,” ungkap Kepala Divisi Perencanaan Strategi Keuangan dan Investasi Perusahaan Airnav Indonesia, Kristanto saat dikontak, Jumat (22/6).

Ia yang didampuk menjadi Ketua Panitia Festival Balon Tradisional tersebut cukup menyayangkan penerbangan balon udara tersebut. Pasalnya, warga Pekalongan nyatanya mengabaikan aturan yang telah diberlakukan oleh Airnav.

Lebih jauh ia menjelaskan, sesuai PM Nomor 40, balon udara saat ini tak boleh lagi diterbangkan. Demi menjaga keselamatan penerbangan, pihaknya saat puncak Syawalan 1439 Hijriyah mengeluarkan imbauan untuk menambatkan balon udara dengan ketinggian maksimal 15 meter dari permukaan tanah.

Untuk perayaan Syawalan di Pekalongan, katanya, Airnav bersama Kementerian Perhubungan menggelar Festival Balon Udara selama dua hari mulai 21 Juni dan puncaknya berakhir pada 22 Juni hari ini. Lokasi festival dipilih di Lapangan Kuripan Kota Pekalongan.

“Sesuai PM 40, balon udara yang diikutsertakan dalam festival berukuran 4 meter dengan tinggi 7 meter serta ditambatkan dengan tali sepanjang 15 meter,” urainya, seraya menambahkan bahwa, Festival Balon Udara Pekalongan diikuti 31 peserta dan saat ini acara berlangsung meriah.

Lebih jauh lagi, untuk menyikapi maraknya penerbangan balon udara secara liar, Kristanto memastikan aparat  gabungan Polresta Pekalongan bersama Polsek-Polsek telah menggelar razia di tiap kecamatan.

Razia ditujukan kepada warga agar menghentikan penerbangan balon udara. Tak menutup kemungkinan pula akan ada penyitaan balon udara bila ada yang melanggar.

“Tentunya tupoksi penindakannya kita serahkan kepada polisi agar dapat diproses secara hukum,” tutur Kristanto. (far)

dprd kota semarang
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

60 − 51 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.