Home > GUBERNURAN > “Perang” Wali Kota dan Wakil Rugikan Rakyat Tegal

“Perang” Wali Kota dan Wakil Rugikan Rakyat Tegal

image
Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi

SEMARANG – Kalangan DPRD Jateng angkat bicara terkait hubungan yang tidak harmonis antara Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno dan wakilnya, Nursholeh. Perseteruan antarpimpinan Kota Bahari itu dinilai menghambat jalannya pembangunan dan menganggu pelayanan masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi mengatakan, apapun masalah yang terjadi antara Siti Masitha dan Nursholeh seharusnya bisa dikelola dengan bijak. “Kalau ada ketidakcocokan, mestinya bisa dipilah dan dibedakan mana yang personal mana yang memang dalam rangka pelayanan kepada rakyat,” katanya, dalam wawancara dengan wartawan di Semarang, Sabtu (4/4).

Sebagai kepala daerah, sedari awal wali kota dan wakil memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun daerah dan menyejahterakan masyarakat. Jika kemudian dalam perjalanannya terjadi friksi, menurut Ahmadi, seharusnya dapat diselesaikan secara dewasa tanpa menganggu pelayanan masyarakat

“Kalau masalah itu sampai di bawa ke tugas-tugas kedinasan ya akan mengganggu pelayanan masyarakat,” katanya.

Terkait sikap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang marah pada Siti Masitha pada waktu Musrenbangwil di Tegal, Ahmadi menilai tidak ada masalah. Menurutnya gubernur memiliki kewenangan untuk melakukan pembinaan terhadap bupati/wali kota di wilayahnya. “Gubernur kan berkewajiban memastikan pemerintahan kabupaten/kota berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.

Meski demikian, Ahmadi berharap, konflik tersebut tidak membuat Pemerintah Provinsi Jateng mencoret Pemkot Tegal dari daftar penerima bantuan keuangan APBD 2016. “Bankeu Tegal harus tetap diperhatikan, Sebab dana itu untuk membantu wilayah dan masyarakat Tegal, bukan untuk wali kota dan wakilnya,” kata Sekretaris DPW PKS Jateng itu.

Wail Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mendukung gubernur untuk memberikan peringatan pada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal. “Saya kira Pak Gubernur benar juga, apapun itu sebagai suatu pembinaan, untuk mengingatkan, dan memberi masukan,” katanya.

Ia berharap, Siti Masitha dan Nursholeh dapat segera menyelesaikan “perang dingin” di antara keduanya. Sebagai pimpinan daerah, wali kota dan wakil harus mengedepankan kepentingan masyarakat dan agenda pembangunan. 

“Dikomunikasikan yang baik, semangatnya kan sama untuk masyarakat. Kita akan mendorong supaya terjalin komunikasi dengan baik. Dinamika yang terjadi ini semua berawal dari komunikasi,” tandas Politikus Partai Golkar itu. (byo) 

Ini Menarik!

​Sopir Mengantuk, Avanza Tabrak Trailer Parkir

Share this on WhatsApp  KENDAL – Mobil Toyota Avanza bernomor polisi H8646BY ringsek setelah menabrak …

Silakan Berkomentar