Home > JATENG RAYA > Peracik Obat Kuat Abal-abal Dibekuk Polisi

Peracik Obat Kuat Abal-abal Dibekuk Polisi

Tersangka peracik obat kuat bersama barang bukti dalam gelar perkara di kepolisian. (foto: metrosemarang.com/ Efendi)
SEMARANG – Terduga peracik obat kuat abal-abal dibekuk petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah. Tersangka bernama Mohamad Nazarudin ditangkap di rumahnya, Dukuh Krajan RT 1/ RW 1, Desa Jambu Timur, Kecamatan Monggo, Kabupaten Jepara pada Kamis (14/9) lalu.
Tak hanya meracik, ia juga ditengarai mengedarkan obat tersebut melalui internet. Jangkauan pemasarannya pun hingga ke bernagai pulau di seluruh Indonesia. Kasubdit Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Egy Andrean Suez mengatakan, obat yang dibuat oleh tersangka tidak memperhatikan efek samping setelah mengkonsumsi obat tersebut.
“Karena ini akan berakibat fatal bagi kesehatan kita sendiri, mulai dari bahan serbuk botol itu kan harusnya melalui regristrasi obat, dan ini tidak, tidak ada ijin edarnya dan kembali kepada kesehatan itu akan merugikan kita sendiri,” ujarnya.
Saat ditangkap dirumahnya, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 250 lembar resi pengiriman, 2 karung berisi 40 kilogram kopi sebagai bahan obat, 2340 botol kosong yang belum diisi obat, 425 botol obat kuat siap edar 650 segel plastik, 5000 lembar e tiket merk dan beberapa peralatan pembuatan.
Beberapa macam obat buatannya yakni obat kuat untuk pria, obat perangsang wanita, dan obat pelangsing. Untuk obat pelangsing Nazarudin hanya menggunakan serbuk kopi yang dimasukkan kedalam pil kapsul dan dikemas dengan botol menyerupai obat pada umumnya. Sedangkan untuk harga obat berkisar antara Rp 100-400 ribu.
“Untuk label pengemasannya ini kan juga seperti print-printan sendiri memakai merk yang sudah ada. Sementara bahan-bahan dan botol-botol ia dapatkan secara online,” imbuh Egy.
Sementara dari pengakuan Nazarudin, banyak konsumennya yang komplain dan menghubungi nomor miliknya. Namun ia tidak merespon jika komplain itu datang, karena kebanyakan para konsumen itu berada di luar pulau Jawa dan Nazarudin pun tidak menjualnya secara offline. Sehingga tidak ada yang komplain dan datang ke tempat Nazarudin jualan.
“Ya kalau di telfon tinggal dimatikan saja, dan memang ada banyak yang komplain. Kalau obat yang paling laku itu obat seperti serbuk purwoceng,” ujarnya.┬áSelain itu ia juga mengaku sudah memproduksi obat abal-abal ini sejak tahun 2009 lalu. Ia juga mengatakan dalam sebulan mampu meraup omzet sekitar Rp 60 juta.
Kini ia di jerat dengan pasal 197 jo pasay 106 ayat (1) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumendengan ancaman hukuman 15 tahun penjara serta denda senilai Rp 2 milyar. (fen)

Ini Menarik!

Konduktor Asal Amerika Akan Ramaikan Konser Sumpah Pemuda

Share this on WhatsAppSEMARANG – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Pemerintah Kota Semarang melalui …

Silakan Berkomentar