Penyitaan Angkutan Umum Tak Laik Jalan Terkendala Tempat Parkir

Ilustrasi

SEMARANG – Banyak angkutan umum berupa bus yang sudah tidak laik jalan dan berusia lanjut masih beroperasi di Kota Semarang. Hal itu diakui Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Suyatmin, Kamis (11/1).

Menurutnya, hal itu tidak hanya terjadi di Kota Semarang. Secara aturan diakui bus  tidak laik jalan seharusnya disita dan tidak boleh beroperasi. Tetapi pihaknya terkendala minimnya lahan untuk menampung bus tidak laik jalan itu jika dilakukan penyitaan.

“Seharusnya memang disita dan tidak boleh beroperasi. Tapi kami terkendala tidak ada lahan parkir. Ke depan sudah kami pikirkan,” katanya.

Disebutkan, ada lahan milik pemerintah di sebelah Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Pihaknya sudah memohon ke bagian aset agar lahan tersebut bisa digunakan untuk tempat menampung bus tidak laik jalan.

Dikatakan, saat ini dunia bisnis angkutan umum seperti mati suri. Karena menjamurnya taksi baik konvensional maupun online, adanya BRT dari pemerintah, dan juga pertumbuhan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat.

Fenomena masyarakat mulai meninggalkan angkutan umum ini, mengakibatkan omzet pendapatan pengusaha angkutan anjlok dan tidak mampu melakukan peremajaan armada.

“Sehingga mau tidak mau bus yang sudah tidak laik itu dipaksa beroperasi terus, karena tidak mampu membeli bus baru,” pungkasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

32 + = 39

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.