Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Tren Penjualan Eceran di Semarang Belum Naik

Tren Penjualan Eceran di Semarang Belum Naik

ilustrasi

 

 

SEMARANG – Penjualan ritel atau eceran di Kota Semarang pada September 2017 masih melanjutkan tren kontraksi sejak bulan sebelumnya. Kondisi itu tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 172,8, atau menurun 5,9% (yoy). Penurunan itu lebih dalam dibandingkan penurunan pada Agustus 2017 sebesar 4,6% (yoy).

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Andi Reina Sari mengatakan, penurunan penjualan ritel terjadi pada hampir seluruh kelompok, kecuali peralatan dan komunikasi di toko. Selanjutnya, secara bulanan penjualan eceran pada September 2017 pun masih mencatatkan penurunan, yaitu sebesar 4,4% (mtm), lebih dalam dibandingkan penurunan sebesar 2,2% (mtm) pada Agustus 2017.

“Penurunan terutama terjadi pada suku cadang dan aksesori (-4,4% mtm), serta barang lainnya (-5,0% mtm). Adapun untuk kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya; barang budaya dan rekreasi; serta bahan bakar kendaraan bermotor masih mengalami pertumbuhan, sehingga menahan penurunan lebih dalam,” ungkapnya, Jumat (17/11).

Pada Oktober 2017, penjualan eceran diperkirakan masih mengalami penurunan secara tahunan, yaitu sebesar 5,8% (yoy), sedikit menguat dibanding penurunan pada September 2017 yang tercatat 5,9% (yoy). Seluruh kelompok komoditas diperkirakan mengalami pertumbuhan tahunan negatif.

”Kontraksi terdalam terjadi pada kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya (-27,3% yoy), disusul oleh kelompok barang budaya dan rekreasi (-24,9% yoy), dan kelompok barang lainnya (-18,5% yoy),” jelasnya.

Namun demikian, lanjut dia, secara bulanan penjualan eceran pada Oktober 2017 diperkirakan meningkat, terindikasi dari perkiraan IPR Oktober 2017 yang sebesar 173,6 atau naik 0,5% (mtm). Seluruh kelompok komoditas diperkirakan mengalami peningkatan penjualan dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kelompok komoditas yang diperkirakan mengalami peningkatan penjualan terbesar secara bulanan yaitu kelompok suku cadang dan aksesori (4,1% mtm), barang budaya dan rekreasi (2,7% mtm), dan barang lainnya (3,0% mtm),” ujarnya.

Menurut dia, ekspektasi peningkatan omzet penjualan pada tiga dan enam bulan yang akan datang diperkirakan berada pada level optimis. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan yang berada di atas angka 100.

“Keyakinan retailer terhadap meningkatnya penjualan eceran pada tiga bulan mendatang (Januari 2018) diperkirakan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Indikasi tersebut terlihat dari naiknya Indeks Ekspektasi Omzet Penjualan tiga bulan mendatang menjadi sebesar 169,8 dari 162,8 pada bulan sebelumnya,” tandasnya. (ang)

Ini Menarik!

Elpiji 3 Kg Harus Dijual Sesuai Ketentuan Pemerintah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menegaskan elpiji …

Silakan Berkomentar