‘Penipuan’ SKTM Warnai PPDB di Magelang

MAGELANG – Tim verifikator Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 1 Magelang menemukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dinilai abal-abal, digunakan calon siswa dalam proses pendaftaran. Indikasinya, saat tim verifikator mendatangi rumah calon siswa, ternyata memiliki rumah cukup bagus dan mewah.

Ruang pendaftaran PPDB SMAN 1 Magelang, tampak lengang saat hari terakhir pendaftaran, Jumat (6/7). Foto: ch kurniawati

Wakil Kepala Sekolah urusan Kurikulum, Sumarsono mengemukakan, ada 19 siswa yang terdaftar menggunakan SKTM di hari pertama hingga ketiga pendaftaran, yang diverifikasi. Hasilnya, sebanyak enam siswa diketahui memiliki rumah yang cukup bagus dan terhitung mewah dan orang tuanya memiliki penghasilan cukup.

Kemudian masih ada empat calon siswa yang dinilai tidak layak dalam SKTM sedang dua siswa mengundurkan diri mencabut berkas SKTM.

Dari hasil temuan tim verifikasi, mereka menggunakan SKTM karena murni ingin mendongkrak poin agar diterima di SMAN 1 Magelang yang notabene merupakan sekolah favorit.

“Sebagai contoh ada salah satu siswa yang menggunakan alamat neneknya dalam proses pendaftaran. Tim kemudian mengecek ke rumah yang bersangkutan. Kami ketahui kalau siswa itu tidak pernah tinggal di rumah neneknya, bahkan calon siswa itu merupakan anak dari pemilik usaha persewaan tenda dan catering,” jelas Sumarsono, Jumat (6/7).

Sumarsono menjelaskan, tim verifikator yang berjumlah 11 orang guru sengaja ditugaskan untuk khusus memverifikasi para calon siswa yang mendaftar dengan melampirkan SKTM sebagai poin tambah agar bisa diterima. Kriteria verifikasi pun, menurut Sumarsono, menggunakan kriteria miskin sesuai standar dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Sumarsono menyebutkan, ada 14 kriteria miskin. Namun pihaknya tetap fleksibel melihat dari tinjauan lapangan. Sebab verifikasi yang dilakukan secara komprehensif atau menyeluruh.

Khusus untuk  calon siswa yang terbukti memakai SKTM abal-abal langsung dihubungi agar mencabut berkas SKTM dan bersaing secara sportif. “Sejak awal kami sudah memberikan pemahaman dan penjelasan bagi calon siswa yang mendaftar tentang verifikasi SKTM. Kalau menyalahgunakan bersedia diberi sanksi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PPDB SMAN 1 Magelang, Hari Sumantyo menyatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan verifikasi bagi calon siswa yang mendaftar menggunakan SKTM. Tim Verifikator, menurut Hari, diterjunkan langsung ke rumah-rumah calon siswa baik yang berada di Kota Magelang maupun Kabupaten Magelang.

Hari Jumat (6/7), tim melakukan  verifikasi  kepada 10 calon siswa pengguna SKTM yang baru terdaftar pada hari keempat. Verifikasi ini dilakukan hingga pengumuman diterima-tidaknya calon siswa pada 11 Juli mendatang.

Penggunaan SKTM abal-abal juga ditemukan di SMAN 2. Kepala Sekolah Agung Mahmudi mengungkapkan, ada 4 calon siswa menggunakan SKTM abal-abal. “Saat kami verifikasi dan wawancara, mereka bersedia untuk mencabut berkas SKTM dan mau mendaftar secara sportif,” tuturnya. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

88 − 82 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.