Home > JATENG RAYA > Pengedar Pupuk Ilegal Merek Miyabi Terancam 5 Tahun Penjara

Pengedar Pupuk Ilegal Merek Miyabi Terancam 5 Tahun Penjara

Pupuk siap edar tanpa izin dari Kementerian Pertanian disita sebagai barang bukti. (foto: metrosemarang.com/Efendi)

 

 

SEMARANG – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah ungkap peredaran pupuk tanaman tak berizin. Pupuk tersebut diedarkan di wilayah Kabupaten Demak, Purwodadi, Kendal, dan Cepu. Kasubdit I Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Egy Andrian Suez mengatakan ada berbagai merk pupuk yang diedarkan.

“Tersangka mengedarkan pupuk yang dia beri merek sendiri. Merek aneh-aneh, ada Miyabi, ada Bonnex dan lainnya. Merek yang dipakai oleh tersangka pun semuanya tidak ada yang terdaftar di Kementan (Kementerian Pertanian),” ujar Egy di markas Ditreskrimsus Polda Jateng, Banyumanik, Semarang, Selasa (21/11).

Tersangka bernama Alfan Junaedi (42), merupakan pemilik CV Randu Aji yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak. Di gudang miliknya, ia melakukan pengemasan pupuk-pupuk tak berizin tersebut. “Pupuknya ada dua jenis, cair dan serbuk. Yang cair merupakan campuran fermentasi tanaman dan tetes tebu, yang serbuk isinya garam Inggris,” imbuh Egy.

Meski ada puluhan merek yang dibuat tersangka, namun isi didalamnya sama. Begitu juga dengan yang serbuk, meskipun ada beberapa model kemasan namun semuanya berisi garam Inggris. Pupuk-pupuk tersebut oleh tersangka dijual dengam harga Rp 20-60 ribu. Dalam sebulan, tersangka bisa meraup omzet sekitar Rp 100 juta dengan keuntungan Rp 20 juta.

Gudang milik tersangka kini telah disegel oleh petugas. Barang bukti berupa ribuan botol pupuk berbagai merek siap edar juga disita oleh petugas. Beberapa label merek, serta alat dan bahan untuk pengemasan juga turut diamankan petugas.

“Kami akan melakukan uji komposisi untuk mengetahui kandungan zat yang ada di pupuk tersebut. Yang cair nanti akan diuji di Balai Penelitian Tanah di Bogor,” pungkas Egy.

Tersangka dijerat dengan Pasal 60 Ayat (1) huruf f UU RI Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dan Pasal 62 Ayat (1) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman lima  tahun penjara serta denda Rp 2 milyar. (fen)

 

Ini Menarik!

Elpiji 3 Kg Harus Dijual Sesuai Ketentuan Pemerintah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menegaskan elpiji …

Silakan Berkomentar