Home > JATENG RAYA > METRO SOLO > Pengecer Elpiji Melon Diminta Selektif Layani Konsumen

Pengecer Elpiji Melon Diminta Selektif Layani Konsumen

Ilustrasi Foto Metrojateng/sragenkab.go.id
Ilustrasi
Foto Metrojateng/sragenkab.go.id

BOYOLALI – Pengecer gas elpiji ukuran 3 kg di Kabupaten Boyolali diminta selektif melayani pembeli. Pasalnya, menyusul naiknya harga gas elpiji 12 kg, disinyalir banyak yang pindah ke gas ukuran melon tersebut. Dengan pihak pengecer lebih selektik melayani konsumen, diharapkan penjualan gas bersubsidi itu tepat sasaran.

“Kami minta pengecer gas elpiji 3 kg, lebih selektif dalam melayani konsumen. Gas elpiji 3 kg hanya untuk kalangan masyarakat bawah,” ujar Sri wahyuni, Kasi Distribusi dan Perlindungan Konsumen, Disperindag Kabupaten Boyolali, Jumat (19/9).

Dikemukakan, jika banyak yang bermigrasi ke gas ukuran 3 kg, dikhawatirkan kuota gas elpiji bersubsidi tersebut akan kekurangan. Sehingga bisa berdampak terjadi kelangkaan. Meski indikasi migrasi konsumen elpiji 12 kg ke 3 kg belum bisa dihitung secara rincil, namun ada indikasti itu. Mengingat harganya yang terpaut cukup jauh. Gas elpiji 12 kg harganya mencapai Rp 118 ribu hingga Rp 120 ribu/tabung.

Meski demikian, menurut dia, dari pantauan Disperindag ke sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Boyolali, distribusi gas elpiji 3 kg masih aman dan lancar. Distribusi gas elpiji 3 kg disalurkan melalui 13 agen dan ratusan pengecer di seluruh Boyolali. Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.750/tabung.

Sedangkan untuk mengantisipasi kekurangan, pihaknya mengajukan tambahan kuota ke PT Pertamina. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan bahan bakar gas elpiji di Kota Susu tercukupi dan tidak sampai terjadi kelangkaan. “Jadi kami mengajukan ke PT Pertamina untuk setiap hari bisa dikirim meski hari libur,” katanya. (MJ-07)

Ini Menarik!

Ini Bocoran Menu Pesta Pernikahan Kahiyang

Share this on WhatsAppSEMARANG – Sebuah tempat persewaan alat pesta di Semarang bernama ADA mendapat …

Silakan Berkomentar