Pencucian Uang Narkoba, Kepala Penjara Purworejo Ditangkap

Foto: ilustrasi

SEMARANG – Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) gabungan meringkus Kepala Rutan Purworejo, C Adhi Satriyanto karena terlibat aksi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) narkotika. Adhi kedapatan melakukan TPPU dengan gembong kasus narkoba Christian Jaya Kusuma alias Sancai.

Adhi kemudian dibekuk tim penyidik BNN pusat dibantu petugas BNNP Jateng, pada Senin (15/1) pukul 13.00 WIB siang tadi. Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo menyatakan Adhi dibekuk petugasnya saat berada di sebuah warung.

Menurutnya Adhi terbukti terlibat kongkalikong dengan Sancai yang kini masih mendekam di Lapas Pekalongan. “Tadi siang, ditangkap petugas gabungan,” ungkap Tri saat dikontak pada malam ini.

Ia menduga Adhi melakukan kerjasama dengan Sancai dalam melancarkan peredaran narkoba. Dugaan itu menguat lantaran yang bersangkutan membiarkan penggunaan alat komunikasi di dalam rutan. “Ya semacam memfasilitasi, dan membiarkan adanya alat komunikasi,” ujar Tri lagi.

Untuk saat ini, kasus tersebut masih diselidiki pihaknya. Petugas BNN juga terus memperdalam penyelidikan dan tidak menutup kemungkinan kasus ini bakal dilimpahkan ke BNN pusat. “Ini masih proses, karena menjadi perhatian besar, kasus ini akan ditangani di BNN Pusat,” tegasnya.

Kabid Pemberantasan dan Penindakan BNNP Jateng AKBP Suprinarto menyatakan Adhi kini sedang diperiksa intensif di kantornya. Kini yang bersangkutan dipastikan telah ditetapkan sebagai tersangka. “Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Untuk pasal yang disangkakan masih belum, semua masih dalam penyidikan,” paparnya.

Sebagai barang bukti, petugasnya menyita uang ratusan juta yang diduga berasal dari Sancai. Kasus tersebut merupakan pengembangan dari kasus  penyalahgunaan narkotika yang melibatkan anggota Direktorat Reserse, Narkotika, dan Obat-obatan Berbahaya Kepolisian Daerah Jawa Tengah, AKP KW.

AKP KW ditangkap atas kepemilikan sabu seberat satu gram oleh Paminal Polda Jateng pada Jumat, 1 Desember 2017 di rumah makan Semarang. Kadivpas Kemenkumham Jateng, Djoni Priyatno saat dikonfirmasi  secara terpisah mengaku saat ini masih menunggu hasil penyelidikan dari BNN. Sanksi-sanksi terberat sudah disiapkan oleh pihaknya.

“Sekarang masih kami rapatkan. Tunggu hasilnya dalam waktu dekat,” tegasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

5 + 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.