Pemudik di Pelabuhan Tanjung Kendal Turun hingga 70 Persen

KENDAL – Jumlah pemudik yang tiba di Pelabuhan Tanjung Kendal mengalami penurunan hingga 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dikarenakan pengetatan batas toleransi dan jumlah penumpang.

Pemudik tiba di Pelabuhan Tanjung Kendal, Senin (11/6). Foto: edi prayitno

KMP Kalibodri mengakhiri perjalanannya mengangkut pemudik dari Pelabuhan Kumai Kalimantan Tengah,  Senin (11/6) malam. Tiga kali perjalanan mengangkut pemudik dari Kumai tujuan Kendal ini, KMP Kalibodri hanya membawa 650 penumpang.

Perjalanan pertama hanya membawa 34 penumpang, perjalanan kedua membawa 124 pemudik dan terakhir membawa 490 pemudik. “Jumlah ini jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yang bisa membawa 2.000 pemudik dari Kumai dengan tiga kali perjalanan,” jelas Kepala UPTD Pelabuhan Kendal, Andi Rahmat.

Penurunan jumlah pemudik yang datang yang mencapai 70 persen ini diakui karena pengetatan jumlah penumpang dan batas toleransi yang diperketat. “Untuk kedatangan terakhir untuk arus balik KMP Kalibodri hanya membawa 490 penumpang, padahal tahun lalu bisa membawa 1.200 penumpang,” imbuhnya.

Ditambahkan, selanjutnya KMP Kalibodri akan melayani pemudik yang hendak balik ke Kumai, pada tanggal 23 dan 27 Juni 2018 mendatang. Rencananya KMP Kalibodri akan melakukan perjalanan mengangkut pemudik yang hendak balik sebanyak dua kali perjalanan saja.

Sementara itu pemudik asal Wonosobo, Muhamad Safikri mengatakan sangat mudah mendapatkan tiket kapal untuk kembali mudik ke Jawa. “Sekarang banyak pilihan kapal jadi penumpang tidak lagi berdesakan untuk bisa kembali ke Jawa dengan menggunakan kapal,” katanya.

Selain KMP Kalibodri, kapal berukuran besar milik Pelni dan Dharma serta Egon juga mengangkut pemudik dari Pelabuhan Kumai. Dengan demikian penumpang bisa memilih kapal dan tidak lagi saling berebut naik untuk kembali ke Jawa.

Namun kapal yang berlabuh di pelabuhan Kendal hanya KMP Kalibodri sedangkan kapal lainnya berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 65 = 72

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.