Pemohon Akta Kelahiran di Banyumas Meningkat Jelang Tahun Ajaran Baru

BANYUMAS – Memasuki tahun ajaran baru, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Banyumas, dipenuhi dengan pemohon yang datang untuk membuat legalisasi Akta Kelahiran dan e-KTP, Jumat (6/7).

Pemohon Dokumen kependudukan di Kantor Dindukcapil Kabupaten Banyumas, membludak. Pelayanan didominasi pembuatan e-KTP. Jumat (6/7). Foto: metrojateng.com

Kepala Dindukcapil Kabupaten Banyumas, Kartiman mengatakan, pemohon layanan untuk dokumen kependudukan memasuki tahun ajaran baru meningkat. Kebanyakan pemohon mengurus legalisasi akta kelahiran untuk pendaftaran sekolah jenjang SMA/SMK. Selain legalisasi akta kelahiran, pemohon untuk pembuatan KTP Elektronik juga meningkat.

Meningkatnya jumlah pemohon akta kelahiran maupun e-KTP, lanjutnya, dikarenakan masih banyak masyarakat yang datang langsung ke Kantor Dindukcapil. “Padahal pengurusan e-KTP maupun legalisasi akta kelahiran cukup di kantor kelurahan setempat. Jadi di kantor Dindukcapil tidak membeludak,” katanya.

Legalisasi akta kelahiran, kata dia, juga tidak hanya untuk mendaftar sekolah ke jenjang SMA/SMK. Namun, juga untuk keperluan pendaftaran sekolah. Ada juga sebagai syarat tes CPNS, atau mendaftar kepolisian.

“Kecuali yang mau daftar CPNS, memang harus datang ke Dindukcapil,” imbuhnya.

Kartiman menambahkan, peningkatan untuk pemohon yang datang ke kantor Dindukcapil tidak hanya pembuatan e-KTP maupun legalisasi akta kelahiran. Namun, juga menerima permintaan kartu identitas anak (KIA) yang terus bertambah setiap hari.

Menurutnya, hal itu karena sudah banyak orangtua yang mengetahui informasi ini, dan kebetulan saat ini masih libur sekolah. “Selama masa libur sekolah ini, per hari Dindukcapil Kabupaten Banyumas menerima lebih dari seratus pemohon KIA. Dan selama 2017, KIA yang sudah tercetak sebanyak 132 keping,” jelasnya.

Dia mengklaim, wilayah Kabupaten Banyumas menjadi pelopor adanya KIA. Menurutnya, data anak di Banyumas lebih banyak dibanding kebupaten di sekitarnya, ada 450 anak.

“KIA ini sifatnya untuk identitas anak seperti halnya KTP. Dengan KIA, bisa digunakan untuk data pembukaan rekening bank, pembelian tiket pesawat atau kereta, serta pembuatan paspor,” katanya.

Sementara, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dindukcapil Kabupaten Banyumas, Susmono mengatakan, pemohon yang datang ke Dindukcapil berkisar 250 orang dan pengambilan dokumen mencapai 500 orang. Namun, pada awal minggu ini, bisa mencapai lebih dari seribu orang.

“Pemohon dokumen kependudukan yang didominasi e-KTP karena itu merupakan dokumen paling penting. Di mana hampir semua keperluan membutuhkan data diri, e-KTP menjadi identitas yang dibutuhkan,” katanya.

Warga Rejasari, Annisa mengatakan, baru melakukan rekam e-KTP karena usianya baru menginjak 17 tahun. Dia mengaku cepat-cepat melakukan rekam data e-KTP agar memiliki identitas.

“Untuk punya e-KTP nunggu lama, jadi begitu masuk 17 tahun saya langsung rekam data e-KTP,” katanya. (MJ-27)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

37 + = 38

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.