Pemkot Semarang Antisipasi Penyerangan Serupa Gereja Santa Lidwina

Pasar imlek Semawis. (foto: metrojateng.com)

 

SEMARANG – Penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Yogyakarta, Minggu (11/2), membuat banyak pihak prihatin. Termasuk Pemerintah Kota Semarang yang mengecam kejadian itu dan langsung menggelar koordinasi dengan Muspida untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi.

Antisipasi itu dilakukan terutama menghadapi perayaan Imlek, yang seperti biasanya setiap tahun di Kota Semarang akan ada event Pasar Imlek Semawis (PIS) yang dibuka Senin (12/2) malam nanti, dan acara puncak pada tanggal 16 Februari mendatang yang akan dilaksanakan di Klenteng Sampoo Kong.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya merasa prihatin karena seharusnya orang yang sedang beribadah kepada tuhannya tidak boleh diganggu. Apalagi ibadah kepada tuhan itu merupakan masalah yang paling asasi yang dimiliki setiap diri manusia.

‘’Mestinya kejadian-kejadian itu harus menjadikan pembelajaran buat kita semuanya. Kita nggak boleh lho seperti itu, kami terus terang secara pribadi maupun atas nama pemerintah merasa prihatin,’’ katanya, Senin (12/2).

Hari ini pihaknya langsung memasukkan masalah penyerangan di Gereja Santa Lidwina itu dalam sebuah agenda koordinasi Muspida (Musyawaran Pimpanan Daerah). Dia ingin agar semua pihak semakin berhati-hati dalam melakukan penjagaan terhadap orang-orang yang sedang melakukan ibadah.

‘’Jangan sampai kemudian orang-orang mau Jumatan sambil bawa senjata tajam, ya jangan. Orang ke gereja harus bawa perlengkapan yang membahayakan, ya jangan. Beribah ya beribadah.

Ini tugas kita untuk memfilter dan menseleksi supaya kejadian seperti di Jogya tidak terjadi di kota Semarang,’’ kata Walikota yang karib disapa Hendi.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat agar saling menghargai, karena sangat penting untuk tetap menjaga situasi tetap guyub, aman, dan kondusif.

Diharapkan jika masyarakat melihat potensi yang sekiranya akan menimbulkan persoalan, bisa segera melaporkan agar dapat dilokalisir oleh petugas Kepolisian. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

67 − 57 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.