Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Pemkot Salatiga Setuju Pembangunan Mal di Lahan Eks Hotel Blommestein

Pemkot Salatiga Setuju Pembangunan Mal di Lahan Eks Hotel Blommestein

image

SALATIGA – Rencana pembangunan mal di Jalan Diponegoro, Salatiga, terus menuai tentangan dari masyarakat sekitar. Masyarakat menolak dibangunnya mal di lokasi yang dianggap bersejarah di Kota Salatiga, yakni bekas Hotel Blommestein, yang juga sempat menjadi markas TNI Kodim 0714 Salatiga. Selain itu, pembangunan mal yang terletak bersebelahan dengan rumah tahanan (Rutan) dan berdekatan dengan sekolah-sekolah dianggap kurang sesuai.

Salah satu pihak yang menolak pembangunan mal di lokasi bersejarah itu adalah Eddy Supangkat, koordinator Forum Peduli Bangunan Cagar Budaya (Forped BCB) Salatiga. Eddy mengatakan, terlalu banyak mal di Salatiga akan membuat kota ini lebih buruk dari Semarang yang telah kehilangan banyak BCB-nya. “Kami ingin Salatiga terkenal karena BCB-nya, bukan karena mal-nya,” katanya,

Sayangnya, Pemkot Salatiga telah memberikan izin pembangunan mal kepada PT NV Yogyakarta, yang katanya telah membeli gedung tersebut. Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Kota Salatiga Bustanul Arifin mengatakan, pemberian izin IMB, HO dan perizinan lainnya telah dikeluarkan kepada pihak pengembang sejak Salatiga masih dipimpin Walikota John Manuel Manoppo. Saat ini pihak pengembang tengah menunggu keluarnya izin AMDAL dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jateng dan baru saja memperpanjang perizinan yang telah habis masa berlakunya.

Meski demikian, Pemkot Salatiga kemungkinan tidak akan mempersulit perpanjangan izin tersebut. Sebaliknya, Pemkot Salatiga justru mendukung rencana pembangunan pasar modern di kawasan pusat pendidikan tersebut. “Mal itu bisa menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi, juga menunjang pertumbuhan investasi di Salatiga. Hal ini sejalan dengan program Pemkot Salatiga yang terbuka terhadap investasi di kota ini. Karena itu, kami akan membuka pintu dan mendukung pelaksanaan investasi di Salatiga,” katanya.

Senada, Wali Kota Salatiga, Yuliyanto mengatakan, pihaknya tidak akan membatasi pertumbuhan pasar modern di Salatiga. Pemkot Salatiga juga tidak khawatir akan keberadaan pasar modern yang dianggap banyak pihak dapat mematikan pasar tradisional. “Pasar tradisional dan pasar modern punya pangsa pasarnya sendiri-sendiri, jadi tidak akan keberadaan pasar modern mematikan pasar tradisional. Sebaliknya, malah bisa menunjang pertumbuhan ekonomi dan memperluas lapangan kerja di Salatiga,” katanya.

Pantauan Metro Jateng, di lokasi eks Hotel Blommestein telah dipasang seng dengan gambar rencana mal yang akan dibangun berikut berbagai brand yang akan mengisi mal tersebut. Sementara beberapa bangunan gedung tampak belum sepenuhnya rata dengan tanah, meski juga tidak lagi tampak seperti aslinya. (ren)

Ini Menarik!

Pasar Klitikan Rampung, PKL Bantaran BKT Harus Pindah Mulai Januari

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pasar Klitikan di Penggaron telah selesai dibangun Pemerintah Kota …

Silakan Berkomentar