Home > JATENG RAYA > Pemkot Magelang Pamer Penataan Kota di Depan Bupati Maluku Tengah

Pemkot Magelang Pamer Penataan Kota di Depan Bupati Maluku Tengah

Rombongan Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua bersama dengan istri dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengunjungi  Kota Magelang, untuk mengapdosi keberhasilan yang telah diraih Kota Magelang dalam hal penataan kota, Kamis (12/10). (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)

MAGELANG – Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua bersama dengan istri dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengunjungi Kota Magelang, Kamis (12/10). Kedatangan mereka untuk mengadopsi Kota Magelang dalam hal penataan kota. Rombongan diterima Sekda Kota Magelang, Sugiharto di komplek Pemkot Magelang.

“Terus terang kami ingin menimba ilmu di Kota Magelang yang sukses menata kota. Semoga bisa diterapkan di Maluku Tengah,” kata Tuasikal. Ia menyebutkan, 96 persen dari wilayah Maluku Tengah adalah laut. Sedangkan empat persen lainnya adalah daratan. Potensi wilayahnya adalah  perikanan, beras serta pangan lokal, perkebunan, dan pariwisata.

“Menjadi kebanggaan dan motivasi tersendiri bagi kami, untuk bisa saling bertukar pengalaman dengan Kota Magelang,” katanya.

Sekretaris Daerah, Sugiharto memaparkan, Kota Magelang merupakan daerah kecil yang minim sumber daya alam (SDA). Hanya Gunung Tidar yang menjadi paru-paru kota, sekaligus destinasi wisata unggulan.

Gunung Tidar menjadi daya tarik, salah satunya lantaran ada makam penyebar agama Islam di Pulau Jawa, yakni Syekh Subakir. Ditambah, saat ini tengah dibangun monumen tanah dan air Nusantara. Rencananya juga akan ada pembuatan gardu pandang di Gunung Tidar.

Terkait penataan kota, menurut Sekda, Kota Magelang mengawali dengan penataan para pedagang kaki lima (PKL). Melalui pembangunan PKL Shelter. Tidak ada penggusuran dalam penertiban PKL. Melainkan dengan pendataan, sosialisasi, kemudian komunikasi terkait rencana penataan.

Karena Kota Magelang memiliki lahan yang terbatas, imbuh Sugiharto, memaksa Pemerintah Kota untuk mencari lahan tambahan sebagai lokasi penataan. “Karenanya, Pemkot meminjam pakai tanah milik TNI untuk pembangunan PKL Shelter. Yang penting semua terwadahi. Penataan ini kita lakukan satu titik dulu, setelah berhasil baru titik/lokasi lain ditata,” ungkap Sekda.

Selain itu, Kota Magelang juga berencana menanam sedikitnya seribu pohon tabepuya. Pohon tersebut jika berbunga mirip dengan pohon sakura yang ada di Jepang.

“Pemkot terinspirasi dengan negara Jepang. Rencananya, ada 1000 pohon tabepuya yang akan kita tanam tahun ini. Sebanyak  600 pohon kita anggarkan dari anggaran perubahan, sedangkan 400 pohon lainnya adalah bantuan.Tahun 2018 ada 2 ribu pohon lagi yang akan ditanam,” papar Sugiahrto. (MJ-24)

 

 

 

 

 

 

Ini Menarik!

Elpiji 3 Kg Harus Dijual Sesuai Ketentuan Pemerintah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menegaskan elpiji …

Silakan Berkomentar