Beranda HEADLINE Pemkab Kendal Bangun Hutan Kota, Namanya Unik

Pemkab Kendal Bangun Hutan Kota, Namanya Unik

48
0
Proses pembangunan hutan kota di Kendal mendekati tahap akhir.


KENDAL Satu lagi hutan kota akan dibangun di sekitaran Kota Kendal. Bahkan pembangunan hutan kota di Jalan Stadion, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kota Kendal,  sudah mencapai 85 persen. Keberadaan RTH yang bakal diberi nama Hutan Klorofil itu sangat strategis, karena berdekatan dengan tiga rusunawa, sekolah, dan pemukiman, sehingga ke depan kawasan tersebut bakal ramai pengunjung.

Proyek hutan kota ini  digarap CV Ar Rozaq dengan masa pekerjaan 90 hari kalender. Apalagi saat ini juga sedang terdapat pembetonan di Jalan Stadion.  Mandor lapangan, Tirto Subeno, mengatakan, pembangunan fisik sudah mencapai sekitar 85 persen. Pekerjaan yang dilakukan sebatas pembangunan fisik, seperti pagar keliling, gazebo, gapura, dan permainan anak-anak.

Pembangunan hutan tersebut tinggal menyisakan lantai, peneduh untuk parkir kendaraan, dan finishing tempat duduk. ”Kami ditarget perbaikan selesai 13 Desember 2016,” katanya, Jumat (02/11).

Dia mengatakan, kendala yang dihadapi yakni diawal pekerjaan, intensitas hujan cukup tinggi yang menyulitkan material untuk didatangkan. Oleh karena itu pihaknya mengintruksikan para pekerja untuk melakukan lembur siang malam mengejar target yang telah ditetapkan. ”Di awal pembangunan sering hujan sehingga menjadi kendala. Kami kejar target rampung 13 Desember dan mengerahkan lebih dari 50 pekerja,” tutur dia.

Kasi Pertamanan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kendal, Wahjuono Irwanto mengatakan, RTH yang dikemas sebagai hutan di Kelurahan Kebondalem tersebut dibangun di atas lahan seluas 1,2 hektare. Fungsinya sebagai paru-paru kota dan resapan sekaligus tempat rekreasi dan penelitian bagi pelajar atau mahasiswa. Dia menambahkan, meski dikonsep sebagai taman, bentuk utamanya seperti hutan dengan berbagai pohon.

”Ragam pohon yang akan ditanam di sana antara lain trembesi, ketapang, flamboyan, kamboja, karet, cemara, bambu kuning, pisang kipas dan tanaman langka. Jenis tanaman akan dibantu oleh dinas terkait,” terangnya. 

Proyek hutan kota tersebut ditarget selesaipada Desember 2016. Biaya pembangunan Rp 4,6 miliar berasal dari bantuan pemerintah pusat. Setelah proses pembangunannya selesai, selanjutnya merupakan masa pemeliharaan 180 hari kalender.

Selama proses pemeliharaan bila terjadi kerusakan bangunan, perbaikan menjadi tanggung kontraktor. Taman tersebut bakal dikelola dan dijaga. ”Kami akan menempatkan petugas untuk mengawasi pengunjung supaya tidak disalahgunakan,” katanya. (MJ-01)