Home > JATENG RAYA > Pemilik Warteg Sampai Pensiunan TNI, Maju Pilgub Lewat PDIP

Pemilik Warteg Sampai Pensiunan TNI, Maju Pilgub Lewat PDIP

Tim Pemennagan Pilgub Jateng PDI Perjuangan. (foto: metrosemarang.com/fariz fardianto)

SEMARANG – Bak madu disarang lebah, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kebanjiran pendaftar yang ingin mencalonkan diri sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah di bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018.

Partai besutan Ketum Megawati Soekarnoputri itu benar-benar jadi primadona, bahkan terdapat 25 orang yang melamar ke markas DPD PDIP Jateng. Ketua Tim Pemenangan Pilgub Jateng, Agustina Wilujeng menyebut 25 pelamar tersebut berasal dari berbagai profesi mulai penjual nasi warteg sampai jenderal purnawirawan TNI AD.

“Hari ini batas proses penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur telah ditutup. Kami melihat ada 25 pendaftar, semua berkas mereka akan kami laporkan secara detail mulai dari pengambilan formulir sampai menggelar sedekah bumi dan atraksi budaya lainnya kepada DPP PDIP, tidak ditambahi atau dikurangi karena hal itu merupakan informasi publik,” kata Agustina kepada wartawan di markasnya, Jumat (11/8).

Ia kemudian menyatakan ada enam orang yang mendaftar untuk posisi bakal cagub. Tetapi lima orang di antaranya yang mengembalikan formulir pendaftarannya. Sedangkan seorang lainnya kedapatan tidak mengembalikan. Selanjutnya, jumlah pendaftar untuk posisi bakal cawagub ada sebanyak 19 orang. Menurut Agustina, ada 14 orang yang mengembalikan formulirnya dan lima orang tidak mengembalikan.

Perempuan berparas ayu ini juga menegaskan para pendaftar yang belum melengkapi berkasnya masih diberi tenggat waktu sampai 26 Agustus nanti. Kelengkapan berkasnya bisa diberikan kepada panitia seleksi di DPD PDIP Jateng. Ia dalam waktu dekat akan menggelar pertemuan untuk semua calon. Mereka diajak bersilaturahmi untuk memperkuat solidaritas antar kader partai.

“Karena mengundang tokoh-tokoh dengan kesibukan yang luar biasa, kami sedang mencari waktu yang tepat,” cetusnya.

Tahapan selanjutnya adalah fit and proper test, kemudian berturut-turut proses psikotes, wawancara serta yang terakhir menentukan rekomendasi. “Menjelang penentuan rekomendasi kita diminta untuk memaparkan hasil-hasilnya,” tutupnya. (far)

Ini Menarik!

Konduktor Asal Amerika Akan Ramaikan Konser Sumpah Pemuda

Share this on WhatsAppSEMARANG – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Pemerintah Kota Semarang melalui …

Silakan Berkomentar