Home > JATENG RAYA > Pemerintah Lamban, Warga Swadaya Tambal Jalan Pantura

Pemerintah Lamban, Warga Swadaya Tambal Jalan Pantura

KENDAL – Prihatin dengan kondisi jalan pantura Kendal  yang berlubang dan rusak parah, warga melakukan aksi tambal lubang jalan dengan semen. Aksi ini sebagai bentuk protes atas lambannya pemerintah, memperbaiki jalan pantura kendal yang sudah memakan korban jiwa.

Dengan menggunakan campuran semen dan pasir, warga ini menutup dan menambal jalan pantura yang berlubang dan rusak. Aksi Minggu (05/02) siang ini dilakukan karena warga kesal dengan kerusakan jalan berlubang di sepanjang pantura Kendal  dan sudah memakan banyak korban jiwa.

Aksi ini juga  sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah, karena dinilai lamban dalam menangani kerusakan jalan. Meski dana yang digunakan dari hasil swadaya dan donasi pengendara motor roda dua maupun empat, namun warga berantusias untuk melakukan penambalan jalan berlubang.

Puluhan warga ini melakukan penambalan jalan dengan menggunakan semen. Ada enam titik jalan yang mengalami kerusakan jalan di jalur pantura Kendal  yakni di jalur Lingkar Kaliwungu ,  jalan pantura Brangsong,  jalan pantura Ketapang ,  jalan pantura Cepiring, jalan pantura Truko dan  jalan pantura Weleri .

Kerusakan jalan di jalur pantura kendal lumayan parah  dengan kondisi dengan lubang menganga dan bergelombang . Tidak hanya lubang kecil namun lubang besar dan tajam terdapat disepanjang ruas jalan pantura Desa Truko .

Kedalaman lubang berkisar antara tiga centimeter hingga sepuluh centimeter ,  akibat jalan yang rusak parah berupa lubang dan bergelombang kendaraan bermotor jenis sepeda motor  mobil dan truk yang melintasi jalan ini harus berjalan pelan .

Rata-rata pengemudi kendaraan bermotor  harus menurunkan kecepatannya hingga dua puluh kilometer per jam  untuk menghindari lubang agar tidak terperosok .

Kordinator aksi mengatakan, dana aksi perbaikan jalan pantura ini didapat dari sumbangan pengguna jalan yang peduli dengan kondisi ini. Aksi ini juga untuk mengetuk pemerintah agar segera memperbaiki jalan rusak agar tidak menambah korban jiwa.

“Semoga pemerintah segera sadar dan cepat tanggap untuk menangani situasi ini,” ujar Ahmad Subakir koordinator aksi.

Aksi penambalan jalan yang dilakukan warga kendal ini sepanjang satu kilometer,aksi akan terus berlanjut hingga pihak Bina Marga Propinsi Jawa Tengah benar-benar telah melakukan penambalan jalan.

Sedangkan Muhamad Fahrudin mengakui bahwa penutupan lubang raya seharusnya dilakukan pemerintah, tetapi bila ratusan lubang bila dibiarkan menganga akan banyak memakan korban dan mengganggu pengendara.

Fahrudin menambahkan, selain menutup lubang jalan pihaknya juga menggalang dana dari pengguna jalan yang selanjutnya akan digunakan menambal lubang di titik lain.

“Kami harap pemerintah bisa cepat menutup lubang sehingga tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Bupati Mirna Annisa mengungkapkan, Jalan Raya Pantura yang berlubang kaitanya dengan anggaran dari pemerintah pusat atau APBD provinsi. Dalam hal ini, pemerintah kabupaten sebatas melaporkan kerusakan jalan pasca hujan. Selebihnya bukan kewenangan pemkab.
“Saya memberikan apresiasi dan terima kasih pada warga karena menutup jalan secara kesadaran sendiri. Nantinya, jika perbaikan dikerjakan oleh pusat maka kami akan evaluasi agar kontraktor yang mengerjakan benar-benar komitmen,” tegasnya. (MJ-01)

Ini Menarik!

Motorola Beri Harga Khusus Akhir Tahun

Share this on WhatsApp SEMARANG – Di penghujung tahun 2017, Motorola Indonesia menggelar promo bertajuk …

Silakan Berkomentar