Perlu Perdes Larangan Memburu Satwa Langka

SEMARANG – Pemerintah daerah di 35 kabupaten/kota Jawa Tengah dianjurkan untuk merancang peraturan desa (Perdes) yang mengatur larangan menembak satwa langka yang dilindungi negara. Kepala BKSDA Jawa Tengah, Suharman menyatakan dengan aturan yang tertuang dalam Perdes, maka aksi perburuan satwa langka bisa diantisipasi sejak dini.

perdagangan elang laut digagalkan
Kepala BKSDA Jawa Tengah, Suharman di kandang perlindungan satwa kantornya. (foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto)

“Karenanya, kami minta pemda-pemda lekaslah menerbitkan perdes larangan perburuan satwa liar. Biar semua orang bisa ikur mengawasi perburuan satwa. Beberapa daerah macam Kelurahan Jembangan Kebumen, Tegal, Pemalang sudah melakukannya,” ungkap Suharman Jumat (9/3).

Menurutnya hal ini perlu dilakukan terutama bagi perangkat desa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap ekosistem lingkungan sekitar. Terutama, kata Suharman bagi desa yang menjadi habitat satwa unik. “Maka bikinlah dan taatilah Perdes,” ucapnya.

Ia menyatakan musuh utama bagi satwa langka adalah pemburu liar. Ia mencontohkan salah satu daerah yang punya kepedulian tinggi terhadap ekosistem satwa langka yaitu Kabupaten Cilacap.

Baca juga: Perdagangan Elang Laut Digagalkan

Di sana, Suharman mengapresiasi langkah stackholder Pemkab Cilacap yang melindungi habitat macan kumbang di Taman Cagar Alam Nusakambangan Timur.

“Survei terakhir kita ada 47 ekor macan kumbang. Malahan tahun lalu tertangkap kamera trape kami ada empat ekor macan kumbang. Ini artinya, untuk populasinya kemungkinan meningkat dan ekosistemnya terjaga. Hal-hal semacam inilah yang patut dilestarikan agar tidak sampai punah,” tukasnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 8 = 2

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.