Beranda JATENG RAYA Pembunuhan Deni Setiawan: Dari Ongkos Taksi Kurang Hingga Belati Tumpul

Pembunuhan Deni Setiawan: Dari Ongkos Taksi Kurang Hingga Belati Tumpul

57
0
BERBAGI
Dua tersangka pelaku pembunuhan Deni Setiawan melakukan adegan dalam rangkaian rekonstruksi kejadian. (foto: metrojateng.com/Efendi)

SEMARANG – IBR (16) dan DIR (15) tertunduk dihadapan kerumunan warga Perumahan Bukit Cendana, Sambiroto, Tembalang saat melaksanakan reka ulang adekan pembunuhan yang menewaskan pengemudi taksi online, Deni Setiawan (32 tahun, sebelumnya diberitakan berumur 25 tahun). Mereka memperagakan 28 adegan mulai dari ia memesan jasa layanan taksi online tersebut hingga membuang jasad korban.

Reka ulang adegan tersebut dilaksanakan di tiga tempat kejadian perkara. Dimulai dari tempat tinggal tersangka IBR di daerah Lemah Gempal, mereka merencanakan aksi dan memesan taksi online yang hendak mereka tumpangi. Tidak lama kemudian Deni datang dengan mengendarai mobil Nissan Grand Livina warna hitam.

Setelah itu, kedua tersangka meminta diantar ke daerah Sambiroto, Tembalang. Di Jalan Cendana Selatan IV, mobil yang mereka tunggangi berhenti, tersangka kemudian membayarkan sejumlah uang dan ternyata kurang. Tersangka DIR yang duduk di samping sopir mengarahkan untuk menuju ke suatu tempat dengan maksud mengambil uang tambahan.

Masih berada di lokasi yang sama, IBR yang duduk di belakang korban tiba-tiba melintangkan sebilah pisau belati ke leher Deni. Belati tersebut dipegang menggunakan kedua tangan IBR. Tangan kirinya memegang gagang dan tangan kanannya memegang mata belati yang tumpul dan menekannya.

IBR mengeksekusi korban dengan menggesekkan belati di leher korban pada adegan ke-11. Kemudian pada adegan ke-12, korban meronta hingga kaki kanannya keluar dari jendela dan mengenai spion hingga patah. Lalu pada adegan ke-20 IBR keluar dari mobil untuk menurunkan jasad korban dan mengambil alih kemudi mobil yang mereka tunggangi.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Fahmi Arifriabto mengatakan, reka ulang adegan tersebut dilaksanakan untuk melengkapi berkas penyelidikan. “Ini untuk melengkapi proses penyidikan supaya jelas bagaimana tindak pidana ini terjadi. Proses rekontruksi ada 28 adegan akan sampai 3 TKP,” ujar Fahmi.

Dalam proses rekontruksi itu juga diketahui bahwa eksekusi pembunuhan Deni dilakukan dalam waktu beberapa menit saja. “Mereka (Tersangka) mengeksekusi korban sekitar 5 sampai 7 menit hingga korban Tewas,” imbuh Fahmi. Jalannya proses rekontruksi tersebut sempat menuai beberapa kendala. Diantaranya ramainya warga yang berkerumun untuk menyaksikannya, membuat proses rekontruksi itu sedikit terganggu.

Pengungkapan kasus pembunuhan yang menewaskan seorang pengemudi taksi online tersebut berawal dari ditemukannya jasad Deni yang tergeletak di persimpangan Jalan Cendana Selatan IV pada Sabtu (20/1) lalu. Pada Senin (22/1) pagi, mobil milik korban ditemukan terparkir di Jalan Hos Cokroaminoto. Selang beberpa jam setelah penemuan mobil, petugas Resmob Polrestabes Semarang menangkao kedua tersangka dirumah masing-masing. (fen)