Pembangunan Terminal Angkot Tidar Telan Rp 2,24 Miliar

Proyek terminal tipe c yang sedang dibangun oleh Pemkot Magelang di Sentra Ekonomi Lembah Tidar. (foto: metrojateng.com/ch kurniawati)
MAGELANG – Pembangunan terminal tipe C di kawasan Senctra Ekonomi Lembah Tidar (SELT) membutuhkan dana Rp 2,24 miliar. Dengan dana tersebut, pembangunan termial yang terletak di Kelurahan Magersari, Kota Magelang telad dimulai sejak Juli lalu. CV Gatra Perkasa selaku pelaksana proyek diberi waktu 150 hari untuk merampungkannya.
Kelak terminal tersebut bakal digunakan untuk angkutan kota (Angkot) yang selama ini belum memiliki terminal khusus. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang, Suryantoro kebutuhan terminal tersebut sangat mendesak. Sebab terminal Tidar yang merupakan terminal tipe A saat ini sudah diambil alih dan dikelola oleh pusat.
“Kita juga butuh PAD dari terminal. Karena itu, mendesak untuk dibangun,” ungkapnya. Pembangunan terminal ini berada di atas lahan milik Pemkot Magelang seluas sekitar 1.500 m2. Di kawasan SELT sebelumnya sudah berdiri Pusat Kuliner Lembah Tidar, Pasar Sidomukti 1 dan 2, Pasar Burung Sasana Kukila, dan Pasar Ikan Sasana Mina.
Dengan dibangunnya terminal tipe C, maka diharapkan bisa melengkapi kawasan ini sebagai pusat kegiatan ekonomi. Kapasitas terminal bisa memuat hingga 50 angkot. “Tapi dengan catatan tidak semua ngetem di terminal ini,” katanya. Rencana pembangunan terminal, terdiri dari dua lantai. Ada ruang kantor, ruang tunggu dan jalur-jalur/trayek untuk angkutan. Menurut rencana, terminal ini akan mulai dioperasikan awal tahun 2018 mendatang.
Diharapkan proyek pembangunan bisa selesai tepat waktu dan bisa segera dioperasikan guna melayani masyarakat. Untuk menghindari masalah, maka dalam mengerjakan proyek ini, pihaknya minta didampingi Polres Magelang Kota dan Kejaksaan Negeri Kota Magelang.
Suryantoro menambahkan, kendati terminal bakal diperuntukan bagi angkot, namun tidak menutup kemungkinan bagi bus pariwisata berukuran kecil untuk menggunakannya. Pasalnya, di kawasan ini juga sangat dekat dengan area wisata religi Gunung Tidar yang banyak dikunjungi wisatawan.
Karena itu, pihaknya sedang mengkaji apakah bus pariwisata bisa masuk terminal atau tidak dengan melihat ukurannya. “Kalau bisa tertampung lebih bagus, terutama untuk bus kecil. Karena semakin hari jumlah wisatawan ke gunung Tidar sudah semakin banyak, terutama wisatawan yang berziarah” harapnya. (MJ-24)
dprd kota semarang

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 86 = 93

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.