Home > JATENG RAYA > EKONOMI BISNIS > Pembangunan Proyek Vital Bandara Diprioritaskan

Pembangunan Proyek Vital Bandara Diprioritaskan

Pembangunan terminal keberangkatan dan kedatangan Bandara Ahmad Yani Semarang di lokasi baru sedang dikebut agar dapat selesai pada Maret 2018. (foto:metrojateng.com/Anggun Puspita)
SEMARANG – Pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang khususnya pada proyek bangunan vital diprioritaskan. Upaya ini agar bandara di lokasi yang baru dapat selesai sesuai target yakni pada Maret 2018.
Project Manager Angkasa Pura I, Toni Alam mengatakan, meskipun secara kontrak pembangunan fisik Bandara Ahmad Yani Semarang berakhir November 2018, tetapi diperintahkan Maret 2018 harus dapat beroperasi. Sehingga pihaknya menetapkan persyaratan minimum untuk operasional.
”Kami upayakan untuk menyelesaikan bagian-bagian vital agar bisa dioperasionalkan. Sedangkan, sisanya dikerjakan sampai habis kontrak pembangunan,” ungkapnya, Kamis (23/11).
Bangunan yang diprioritaskan untuk selesai lebih cepat antara lain terminal kedatangan dan keberangkatan domestik. Kemudian, untuk penerbangan internasional minimal satu garbarata sudah difungsikan. Selain itu, untuk parkir kendaraan juga akan diselesaikan pembangunannya minimal satu lantai dengan luas 13.819 meter persegi dari tiga lantai yang ada dan gedung kargo minimal 774 meter persegi.
Sementara itu, perkembangan pembangunan dari total lima paket proyek hingga sekarang baru mencapai 31,339 persen. Paket satu berupa pembangunan jalan dan akses bandara sudah selesai dikerjakan dan menelan biaya Rp 262,4 miliar.  Paket kedua pembangunan apron dan taxiway juga telah selesai dan menelan biaya Rp 141,5 miliar.
Paket ketiga terminal penumpang masih dalam pengerjaan oleh kontrakor PT Waskita karya dengan realisasi progres 22,354 persen dan menelan biaya hingga Rp 930,2 miliar.
“Dari lima paket tersebut, paket satu sudah jadi sejak 30 Oktober 2016. Paket dua telah rampung Juli 2016 bahkan sudah ada berita serah terima. Sedangkan paket tiga, tengah berjalan proses pembangunannya sebagaimana kontrak mulai Juni 2017,” jelas Toni.
Adapun, paket empat yaitu bangunan penunjang seperti gedung parkir dan gedung administrasi terpadu masih proses tender dipusat dan diharapkan awal Desember bisa mulai pembangunan. Lalu paket lima, water management masih perencanaan dan target November akhir selesai.
Sementara, Airport Operation Departemen Head, Agus Sina menambahkan, dengan pengembangan terminal baru nantinya akan lebih maksimal dalam melayani penumpang. Jika selama ini terminal lama mempunyai luias 6.708 meter persegi dengan terminal baru mempunyai luas 58.652 meter persegi dan bisa menampung 6-7 juta penumpang dalam setahun. (ang)

Ini Menarik!

Gempa 6,9 SR Terasa Sampai Semarang, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Share this on WhatsApp SEMARANG – Sejumlah warga Kota Semarang berhamburan keluar rumah setelah gempa …

Silakan Berkomentar