Home > JATENG RAYA > Pembangunan Industri Jawa Tengah Berat Sebelah

Pembangunan Industri Jawa Tengah Berat Sebelah

Sosialisasi dan temu kader Partai Gerindra di Kendal. (foto: metrojateng.com/Edi Prayitno)

KENDAL – Selama ini kawasan industri di Jawa Tengah masih terpusat di wilayah utara. Sementara wilayah selatan belum digarap. Padahal potensi wilayah selatan Jawa Tengah cukup menjanjikan bagi industri. Hal itu terungkap dalam sosialisasi temu kader Partai Gerindra di Kendal, Jumat (27/10).

“Saya sudah komunikasi dengan investor untuk menggarap industri di wilayah Cilacap. Jadi nantinya kawasan industri tidak hanya terfokus di utara jawa tengah,” ujar Cagub Partai Gerindra Ferry Juliantono di tempat sosialisasi, Hotel Anugerah Kendal.

Menurutnya, untuk menangani kemiskinan, pemerintah harusnya memiliki fokus kerja dan target. Diantaranya harus ada fokus prioritas terhadap daerah-daerah yang memang masih miskin. “Jangan sampai pembangunan ini berat sebelah atau tidak merata. Daerah yang sudah maju dikucurkan bantuan, sementara yang dipinggiran dibiarkan,” jelasnya.

Ia mencontohkan dengan daerah di sepanjang Jalur Pantura dengan daerah Pegununangan. Dimana selama ini menurutnya daerah pegunungan kurang mendapatkan perhatian pembangunan  dari pemerintah.

Dari sosialisasinya ke daerah-daerah, ia mendengarkan sekaligus menyerap masukan dan aspirasi dari tiap-tiap daerah. “Bahwa setiap daerah di Jateng ini memiliki potensi dan permalahan yang berbeda. Jadi penangannya juga tidak bisa sama,” akunya.

Sosialisasi juga ditujukan untuk mendekatkan dirinya dengan kader dan pengurus parpol sebagai basis motor penggerak massa. “Saya sudah komitmen untuk maju sebagai Cagub Jateng. Mau tidak mau haru mengenali seluruh daerah di Jateng ini,” tambahnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kendal, Mifta Reza Noto Prayitno mengatakan jika saat ini memang Ferry tercatat sebagai salah satu bakal Cagub Jateng dari Partai Gerindra. Selain Fery ada kandidat lainnya yakni Sudirman Said mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI.

“Untuk calon dari DPP Partai Gerindra belum memutuskan siapa dari kedua calon ini nanti yang bakal maju sebagai calon. Sebab untuk maju sebagai cagub harus mendapatkan rekomendasi dari DPP,” tuturnya.

Perihal koalisi Parpol untuk menghadapi Pilgub Jateng 2018, ia mengaku hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan DPD Partai Gerindra Jateng. “Saat ini masih dalam taraf penjajakan dan komunikasi dengan parpol lain,”pungkasnya. (MJ-01)

Ini Menarik!

Borobudur Marathon, Sejumlah Jalan Disterilkan

Share this on WhatsAppMAGELANG – Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 yang digelar Minggu (19/11), …

Silakan Berkomentar