Home > JATENG RAYA > METRO SEMARANG > Pembagian Tunjangan GTT dan PTT di Kendal Semrawut

Pembagian Tunjangan GTT dan PTT di Kendal Semrawut


Notice: Array to string conversion in /home/metg6994/public_html/wp-content/plugins/jetpack/modules/carousel/jetpack-carousel.php on line 425

 

Ilustrasi
Ilustrasi

KENDAL – Guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di Kabupaten Kendal mengeluhkan sistem pembagian tunjangan secara terpusat. Dengan pola terpusat, mereka harus mengantre cukup lama, sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa.

Ribuan guru harus berdesak-desakan untuk mendapatkan tunjangan sebesar Rp 846 ribu selama satu semester tersebut. Setidaknya ada 2.467 GTT dan PTT yang berkerumun dan berdesak-desakan di Pendopo Pemkab Kendal untuk mendapatkan tunjangan. Minimnya petugas yang membagikan, membuat para guru saling berebut untuk mendapatkan antrean terdepan.

“Saya harus mengantre empat jam, yakni dari pukul 07.00-10.00 WIB. Pembagian tunjangan memusat jadi satu di Pemkab, jadi saling berebut tempat agar mendapatkan antrean paling depan,” ujar Muhammad Hisom, salah satu guru honorer di SMP swasta di Kaliwungu.

Menurutnya, meski tunjangan kecil namun hal itu sangat membantu ekonomi bagi GTT dan PTT. Sebab selama ini GTT dan PTT hanya mendapatkan honor kecil ketimbang PNS. “Guru SMP itu paling tinggi hanya menerima Rp 1 juta, dengan masa kerja yang lama. Kalau masih baru pasti dapat honornya di bawah Upah Minimun Regional (UMR),” tuturnya.

Selain desak-desakan, pembagian tunjangan dengan memusat di pendopo mengakibatkan para guru harus meninggalkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. “Sebab antre lama, sehingga mau tidak mau siswa harus telantar di kelas,” akunya.

Padahal, untuk sekolah swasta, hampir sebagain besar guru menerima tunjangan tersebut Sehingga hampir sebagian besar KBM di kelas ditinggal demi untuk mendapatkan uang tunjangan. “Pengambilan uang tunjangan ini idak bisa diwakilkan, sebab harus tandatangan sesuai penerima,” jelasnya.

Sebelumnya, penerimaan tunjangan tidak pernah dilakukan memusat, melainkan dibagikan atau dikoordinir berdasarkan kecamatan. “Kalau dibagikan per kecematan lebih enak, tidak semrawut seperti ini. Selain itu pembagian dilakukan setelah jam pelajaran sekolah selesai, sehingga siswa tidak ada yang sampai telantar,” tandasnya.

Ia berharap, ke depan tunjangan serupa bisa dibagikan perkecamtan. Selain itu ada peningkatan tunjangan dari pemkab Kendal. Saat ini setiap GTT dan PTT menerima Rp 150 ribu per bulan.

Kepala Dinas Pendidikan Drs Muryono SH MPd mengatakan, pada semester tahap I pemkab membagikan tunjangan untuk 2.467 GTT dan PTT. Rinciannya 298 guru TK, 593 guru SD, 241 guru SMP, 95 guru SMA dan 220 guru SMK. Sedangkan PTT terdiri dari 209 tenaga SD, 437 tenaga SMP, 202 tenaga SMA, 205 tenaga SMK, 34 tenaga UPTD dan 20 tenaga Dinas.

Muryono menjelaskan, tunjangan yang dibagikan selama enam bulan perbulanya Rp 150 ribu. Seharusnya setiap guru dan tenaga administrasi menerima Rp 900 ribu tapi karena dipotong pajak Rp 54 ribu mereka hanya menerima Rp 846 ribu. “Untuk jumlah dana yang diserahkan seluruhnya berjumlah Rp 2,084 miliar,’’ jelasnya. (MJ-01)

Ini Menarik!

26 dan 27 November 2017 JNE Gratiskan Ongkir

Share this on WhatsApp SEMARANG – Hari Bebas Ongkos Kirim (Harbokir) kembali digelar JNE sebagai …

Silakan Berkomentar