Paslon Penyebar Money Politic di Temanggung Terancam Didiskualifikasi

SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah mulai menindaklanjuti temuan money politic yang marak terjadi saat masa tenang kampanye Pilkada Bupati (Pilbup) Temanggung. Laporan yang diterima Bawaslu, saat ini terdapat 14 dugaan money politic yang berujung pada pemenangan salah satu pasangan calon yang mengikuti bursa Pilbup setempat.

Tim Penegak Hukum Terpadu Kabupaten Temanggung memperlihatkan barang bukti sejumlah uang yang diduga digunakan untuk memengaruhi pemilih dalam Pilkada. Foto: ch kurniawati

“Di Temanggung dari temuan kami sudah ada 14 kecamatan yang terindikasi adanya kasus politik uang. Ini sudah memenuhi unsur masif pelanggaran Pemilu. Karena kasusnya muncul sekitar 50 persen dari jumlah kecamatan yang ada di Temanggung sebanyak 20 kecamatan,” ungkap Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Jawa Tengah, Sri Wahyu Ananingsih, saat dikonfirmasi di kantornya kompleks Rumdin DPRD Jateng, Kamis (28/6).

Anna menyatakan saat ini sedang menelisik paslon yang diduga kuat menyebarkan money politic di Temanggung. Ia menegaskan tindakan yang diduga dilakukan paslon di Temanggung itu berpotensi melanggar UU Nomor 13 Tahun 2017.

“Hari ini saya akan cek ke sana, sehingga nantinya bisa disidangkan sesuai penanganan administrasi struktur dan masif sesuai UU Nomor 13 Tahun 2017,” tutur Anna.

Jika money politic di 14 kecamatan itu terbukti dalam sidang, maka pihaknya bakal menjatuhkan dua sanksi. Sanksi pertama berupa pidana tindak politik uang. Kemudian sanksi kedua berupa diskualifikasi suara yang diperoleh paslon tersebut.

“Pelanggaran money politic ini mengarah pada paslon yang diusung koalisi Gerindra, PAN dan Golkar. Paslon yang dimaksud memang unggul di semua TPS 14 kecamatan tersebut. Maka jika terbukti membagi-bagikan uang kepada pemilih, sanksi dia bisa diskualifikasi. Suaranya akan dicoret, bisa jadi yang dinyatakan menang nanti rivalnya,” bebernya.

Seperti diketahui, terdapat tiga paslon pada Pilbup Temanggung. Pasangan nomor urut 1 Bambang Sukarno-Matoha diusung koalisi PDI Perjuangan dan PKB. Pasangan nomor urut 2 ialah Haryo Dewandono-Irawan Prasetyadi yang diusung Partai Nasdem, Hanura dan Demokrat.

Sedangkan pasangan nomor urut 3 Al Khadziq dan Heri Ibnu Wibowo diusung koalisi Partai Gerindra, PPP, Partai Golkar, dan PAN. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

33 − = 23

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.